Pertamax Eceran Rp20 Ribu per Liter di Pangkalan Bun, Warga Mengeluh Pengeluaran Kian Berat
INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kenaikan harga Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni 2026 mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di sejumlah pengecer di Pangkalan Bun, harga Pertamax bahkan mencapai Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter, jauh di atas harga yang dijual di SPBU.
Leman, warga Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, mengaku terkejut saat mengetahui harga Pertamax eceran sudah menyentuh angka Rp20 ribu per liter. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin terbebani di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.
“Awalnya kaget, tapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak beli, kendaraan tidak bisa dipakai. Sementara kalau ke SPBU harus antre cukup lama,” ujar Leman, Rabu (11/6/2026).
Keluhan serupa disampaikan Ahmad, seorang kurir di Pangkalan Bun. Ia mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi berdampak langsung terhadap biaya operasional pekerja lapangan yang setiap hari mengandalkan kendaraan untuk mencari nafkah.
Menurut Ahmad, dalam sehari dirinya bisa menghabiskan beberapa liter bahan bakar untuk mengantar barang ke berbagai wilayah. “Dengan harga yang terus naik, pendapatan yang diperoleh pun semakin tergerus untuk menutupi biaya BBM,” keluhnya.
Diketahui, harga Pertamax di Kalimantan Tengah resmi naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter. Kenaikan sebesar Rp4.050 per liter itu langsung memicu lonjakan harga di tingkat pengecer yang menjual BBM dalam botol maupun jeriken kepada masyarakat.
Meski Pertalite dan Biosolar bersubsidi masih bertahan pada harga lama, warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menghadirkan solusi agar harga BBM tidak semakin memberatkan. Mereka juga berharap antrean di SPBU dapat diatasi sehingga masyarakat tidak terpaksa membeli BBM eceran dengan harga yang jauh lebih mahal.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian