website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Banjir Sungai Mentaya Rendam Enam Desa di Kotim, Ratusan Warga Terdampak

Kondisi banjir yang mulai naik di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Jumat (15/5/2026). (BPBD Kotim)

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, sejak Kamis, 14 Mei 2026, masih merendam sejumlah desa di daerah hulu Sungai Mentaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan hingga kini sedikitnya enam desa masih terdampak banjir meski kondisi air di beberapa lokasi mulai berangsur surut.

“Akibat kejadian ini ada 99 kepala keluarga atau 219 jiwa terdampak. Selain itu, 154 rumah, tiga tempat ibadah, enam fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintahan, serta sekitar 1.500 meter jalan desa dan kabupaten ikut terendam,” ujarnya.

Enam desa yang terdampak banjir masing-masing Desa Sungai Hanya di Kecamatan Antang Kalang, Desa Tumbang Mujan di Kecamatan Tualan Hulu, Desa Tumbang Sangai di Kecamatan Telaga Antang, serta Desa Bawan, Tanjung Jariangau, dan Kawan Baru di Kecamatan Mentaya Hulu.

Pasang Iklan

BPBD juga mencatat luapan Sungai Mentaya mulai merendam sejumlah titik di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Genangan terjadi di Jalan Pelangkong, ruas jalan Kuayan–Bawan, Kuayan–Sapiri, hingga Gang Rawa Indah dengan ketinggian air berkisar 25 hingga 75 sentimeter di atas permukaan jalan.

Menurut Multazam, Tim Reaksi Cepat BPBD terus melakukan pemantauan debit air dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta relawan di wilayah bantaran sungai.

Ia menjelaskan, pola banjir di Sungai Mentaya biasanya bergerak secara estafet dari wilayah hulu menuju hilir, sehingga sejumlah desa lain diperkirakan akan terdampak dalam beberapa hari ke depan.

“Luapan air sekarang sudah berada di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu dan diperkirakan akan bergerak menuju Desa Hanjalipan di Kecamatan Kota Besi,” katanya.

BPBD juga mulai mendorong kesiapsiagaan di Desa Hanjalipan yang diprediksi menjadi titik kumpul luapan air apabila debit sungai terus meningkat.

Selain banjir, BPBD turut melakukan asesmen terhadap lokasi longsor di Desa Tumbang Mujan. Penanganan lanjutan akan dilakukan setelah kondisi genangan mulai surut.

Pasang Iklan

Multazam menambahkan, berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, curah hujan di Kotim diperkirakan mulai menurun pada Dasarian III Mei 2026.

Meski demikian, masyarakat di wilayah bantaran Sungai Mentaya diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan pergerakan debit air dari daerah hulu.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran