INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kalimantan Tengah mulai menginventarisasi berbagai persoalan yang dihadapi petani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.
Langkah tersebut dilakukan melalui audiensi antara pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TMI dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dalam pertemuan itu, hadir Wakil Ketua DPW TMI Kalimantan Tengah Petrus, Sekretaris DPW Farid, Wakil Ketua DPW Chindy, serta Ketua DPD TMI Kotim Luki.
Wakil Ketua DPW TMI Kalteng, Petrus, mengatakan organisasi yang dipimpinnya ingin menjadi jembatan antara petani dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebutuhan serta persoalan yang masih dihadapi di lapangan.
Menurutnya, petani masih membutuhkan dukungan dalam berbagai aspek, mulai dari ketersediaan pupuk, akses benih unggul, hingga pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
“Tani Merdeka hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Kami ingin memastikan aspirasi petani dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti melalui program yang tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW TMI Kalteng, Farid, menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai keberhasilan program swasembada pangan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi petani, dan pelaku usaha pertanian.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, berbagai kebijakan yang disusun pemerintah harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat desa,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah persoalan strategis menjadi pembahasan, di antaranya kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, distribusi pupuk bersubsidi, peningkatan kualitas perbenihan, serta pelatihan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Masukan yang dihimpun dari pertemuan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut guna memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Tani Merdeka Indonesia berharap sinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani dapat diatasi secara bertahap, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Tengah.