INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk memperkuat arah pembangunan daerah yang responsif, akuntabel, dan pro-rakyat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan “Sharing dan Diskusi Bersama antara Gubernur dan Wartawan” yang digelar di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis, 31 Juli 2025.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh ratusan insan pers dari berbagai media. Diawali dengan aktivitas joging sore bersama Gubernur, para kepala perangkat daerah, dan wartawan. Rute joging dimulai dari Halaman Istana Isen Mulang/Rujab Gubernur, menyusuri Jalan D.I. Panjaitan, dan memutar dua kali di Jalan Brigjen Katamso, menciptakan suasana keakraban yang hangat.
Dalam forum diskusi, Gubernur Agustiar mengungkapkan pentingnya peran media dalam membantu pemerintah melihat permasalahan secara luas dan menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. “Mata saya hanya dua. Tapi berkat wartawan, saya bisa melihat lebih banyak hal yang mungkin tidak saya ketahui,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dan menjunjung tinggi kemitraan dengan media. “Saya tidak pernah anti kritik. Kritik itu penting bagi pemerintah agar terus membenahi diri,” kata Agustiar di hadapan para jurnalis.
Gubernur juga memaparkan sejumlah pencapaian dan langkah strategis dalam tiga bulan masa pemerintahannya bersama Wakil Gubernur (Wagub) Edy Pratowo. Salah satu langkah tegas yang telah diambil adalah penghentian operasional 14 perusahaan tambang sirkon yang izinnya tidak sesuai dengan lokasi kegiatan.
“Saya melihat langsung ke lapangan dan menemukan pelanggaran. Maka saya hentikan. Ini bentuk keseriusan kami menyelesaikan masalah lingkungan hidup,” tegasnya.
Di sektor transportasi, Gubernur menyoroti penertiban kendaraan angkutan yang tidak memiliki dokumen resmi. Ia memastikan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran tersebut. “Kita ingin penegakan hukum berjalan adil dan tegas. Supaya masyarakat merasa dilindungi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan Pemprov Kalteng. Menurutnya, hingga saat ini Kalteng tergolong daerah dengan risiko karhutla yang rendah. Hal ini tak lepas dari pengawasan lapangan dan kegiatan apel siaga yang dilakukan secara berkala.
Dalam kesempatan itu, Gubernur turut menjelaskan gagasannya melalui program Car Free Night Huma Betang yang rutin digelar setiap malam minggu. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mendorong pertumbuhan UMKM dan pelestarian budaya lokal.
“Banyak yang mengira kami menggunakan dana besar untuk mengundang artis, padahal tidak. Sebagian besar dari kami tanggung pribadi. Yang penting UMKM hidup dan masyarakat punya ruang rekreasi,” ungkapnya.
Selain sektor sosial dan budaya, Gubernur juga menyinggung pengembangan sektor pariwisata yang terus digalakkan. Beberapa destinasi seperti Taman Nasional Tanjung Puting, Sebangau, dan Nyaru Menteng menjadi andalan pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.
Menutup diskusi, Gubernur memaparkan bahwa Pemprov Kalteng terus mendorong berbagai program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, olahraga, keagamaan, sosial, hingga infrastruktur dan lingkungan. “Ini semua kita jalankan demi mewujudkan Kalteng yang lebih maju, berkah, dan bermartabat,” pungkasnya.
Editor: Andrian