INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA — Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, menegaskan bahwa perlindungan anak di daerah ini membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar wacana atau kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar yang dihadapi anak-anak, mulai dari kekerasan, kesenjangan pendidikan, hingga tekanan ekonomi keluarga.
“Setiap anak berhak hidup aman, sehat, dan mendapatkan pendidikan tanpa rasa takut maupun ancaman kekerasan. Itu yang harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya, Rabu (24/9/2025).
Riska menilai, regulasi yang ada memang penting sebagai dasar hukum, namun tidak akan berarti banyak jika tidak diikuti dengan aksi konkret di lapangan. Ia mencontohkan, masih banyak kasus kekerasan terhadap anak yang belum tertangani optimal karena lemahnya koordinasi dan kurangnya sumber daya di tingkat daerah.
Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti peran keluarga sebagai benteng pertama dalam melindungi anak. Namun, kata dia, banyak keluarga yang masih berjuang dengan persoalan ekonomi, sehingga anak menjadi rentan terhadap berbagai risiko sosial, termasuk putus sekolah dan eksploitasi.
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah, hasilnya pasti kurang maksimal. Semua pihak perlu ikut berperan aktif, mulai dari masyarakat hingga dunia usaha,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penyediaan layanan ramah anak, baik di sekolah, fasilitas kesehatan, maupun ruang publik. Selain itu, ia menekankan pentingnya ketersediaan data akurat mengenai kondisi anak di Kalteng sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Masa depan daerah ini ditentukan oleh generasi mudanya. Jangan sampai ada anak yang terpinggirkan karena kita lalai memberikan perlindungan,” tutupnya.
Editor: Andrian