INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Imbauan itu disampaikan menyusul kebakaran yang melanda kawasan Jalan Dr. Murjani Bawah, Gang Sereng 45, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, pada Minggu, 12 Juli 2026 lalu yang berdampak pada tiga rukun tetangga (RT).
Junaidi mengatakan, dirinya bersama Sekretaris DPRD Kalteng telah turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
“Sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, saya bersama Pak Sekretaris DPRD sudah turun ke lapangan. Kami meninjau lokasi kebakaran di Jalan Murjani Bawah, Kompleks Gang Sereng 45. Yang terdampak itu ada tiga RT,” ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurutnya, peristiwa kebakaran tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat, terutama karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga awal November dan diperparah dengan dampak El Nino yang menyebabkan cuaca lebih panas.
“Kebakaran yang terjadi pada tanggal 12 kemarin harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Apalagi sekarang musim kemarau cukup panjang dan cuacanya memang sangat terik,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat meninggalkan rumah. Peralatan elektronik maupun kompor harus dipastikan dalam kondisi aman untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran.
“Jangan sampai meninggalkan rumah dalam kondisi stop kontak atau jaringan listrik masih hidup. Apalagi kompor, itu harus benar-benar diperhatikan,” ucapnya.
Junaidi juga menjelaskan beban penggunaan listrik pada siang hingga sore hari cenderung meningkat karena banyak warga mulai menyalakan peralatan elektronik secara bersamaan setelah pulang beraktivitas. Kondisi itu, menurutnya, membuat instalasi listrik lebih rentan mengalami gangguan.
“Biasanya mulai pukul satu siang sampai sore jaringan listrik sudah panas. Orang pulang kerja, menyalakan AC, kulkas, kipas angin, ditambah cuaca yang terik. Kondisi seperti ini memang rawan memicu kebakaran,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta lurah, ketua RT, hingga tokoh masyarakat ikut mengingatkan warga agar lebih berhati-hati selama musim kemarau, termasuk menjaga lingkungan serta lahan dan pekarangan dari potensi kebakaran.
“Kita mengingatkan kepada warga, lurah, dan RT supaya sama-sama mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan, lahan, dan pekarangan selama musim kemarau ini,” tuturnya.
Selain meninjau lokasi, Waket III DPRD Kalteng, Daerah Pemilihan (Dapil) I itu juga menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang bersumber dari Biaya Operasional Pimpinan (BOP) DPRD sesuai kemampuan yang dimiliki.
“Pagi tadi kita juga menyerahkan bantuan. Walaupun bantuan dari BOP sesuai kemampuan, itu sudah kita serahkan,” bebernya.
Ia mengungkapkan bantuan yang disalurkan sebesar Rp5 juta. Sementara sisa anggaran BOP bulan Juli sebesar Rp1 juta diberikan kepada warga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kebetulan Rp5 juta saya serahkan ke korban kebakaran, sedangkan Rp1 juta saya serahkan untuk membantu warga yang sedang sakit di rumah sakit. Jadi habis semua,” ungkapnya.
Terkait adanya sekolah yang ikut terdampak kebakaran, Junaidi menegaskan DPRD tidak memiliki kewenangan maupun anggaran darurat untuk melakukan pembangunan. Namun, ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“DPRD bukan eksekutor, jadi kami tidak memiliki dana taktis untuk pembangunan yang sifatnya mendadak. Harapan kami, pemerintah kota dan pemerintah provinsi bisa turun membantu. Jangka pendeknya dengan sembako, pakaian layak pakai, dan obat-obatan. Jangka panjangnya, membantu membangun kembali sekolah maupun rumah warga yang terbakar atau terdampak,” pungkasnya.
Editor: Andrian