Tag: Kalteng

  • SMSI Kalteng, Rektor UMP dan Tokoh Pemuda Buka Bersama di PA

    SMSI Kalteng, Rektor UMP dan Tokoh Pemuda Buka Bersama di PA

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Serikat Media Siber (SMSI) Kalimantan Tengah memulai safari ramadannya di Panti Asuhan (PA) Berkah, Jl G Obos Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 15 April 2021.

    Safari ramadan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua SMSI Kalimantan Tengah, H Sutransyah dan dihadiri oleh sejumlah pengurus organisasi perusahaan media Siber (Online) tersebut.

    Dalam sambutannya, H Sutransyah mengatakan bahwa SMSI tidak hanya fokus kepada pembinaan dan pengembangan perusahaan media saja.

    Namun SMSI juga punya kepedulian sosial terhadap sesama. “Salah satunya adalah berbagi terhadap anak yatim di Panti Asuhan seperti yang kita lakukan saat ini,” katanya.

    Mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng tersebut mengatakan bahwa usia SMSI di Kalteng masih cukup belia.

    Namun sudah banyak program yang sudah dilakukan khususnya di bidang sosial. “Setiap momen kita selalu hadir, di hari ulang tahun SMSI juga kemarin melakukan yang sama. Tahun sebelumnya juga kita banyak acara sosial,” katanya.

    Namun yang istimewa safari ramadan kali ini karena dihadiri dua tokoh, yakni Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP), DR Soenadi dan Tokoh Pemuda Kalteng, Heru Hidayat.

    “Saya tau kesibukan kedua tokoh ini cukup padat, tapi beliau masih mau menyempatkan buka puasa bareng di Panti Asuhan. Ini membuktikan bahwa kepedulian dua tokoh ini patut diacungi jempol,” kata Sutransyah.

    Sementara itu, Rektor UMP, DR Soenadi dalam arahannya mengatakan bahwa kehadirannya untuk memberikan semangat kepada anak di Panti Asuhan agar terus belajar dan berkarya.

    Soenadi banyak bercerita tentang pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia. “Kita tidak pernah tau seperti apa kita nantinya, tapi dengan pendidikan setidaknya membantu untuk mencapai cita-cita kita,” jelasnya.

    Usai buka bersama, Rektor UMP menyerahkan Al-Qur’an ke pengurus Panti Asuhan Berkah. Selain Al-Qur’an, juga tali asih dari pengurus SMSI Kalteng untuk anak Panti Asuhan berkah.

  • DPRD Kalteng akan ke Kalbar Bahas Perbatasan

    DPRD Kalteng akan ke Kalbar Bahas Perbatasan

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Penyelesaian Batas Wilayah antara Sukamara Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Ketapang (Kalimantan Barat) menjadi salah satu agenda yang penting di bagi DPRD Provinsi Kalteng.

    Adapun batas antara kedua wilayah tersebut telah menjadi salah satu fokus tim Daerah Otonom Baru (DOB) DPRD Provinsi Kalteng dimana yang menjadi bagian yang penting untuk diselesaikan.

    “Tim Pembahasan Otonom Baru DPRD Kalteng dalam waktu dekat akan ke Kalbar guna mengetahui sejauh mana penyelesain batas wilayah antara Provinsi,” ucap Wakil Ketua Tim DOB DPRD Kalteng, H. Achmad Rasyid belum lama ini.

    Dia menambahkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan berencana ke Kalbar dalam rangka untuk melihat dan mendengar sejauh mana penyelesaian  batas antara Sukamara (Kalteng) dan Ketapang (Kalbar).

    Selain itu perlu adanya koordinasi antara kedua pihak guna penyelesaian batas tersebut.

    Adapun pengajuan DOB ke pusat nantinya diharapkan semua persyaratan bisa terpenuhi semua, agar nantinya tidak ditolak atau diminta untuk melakukan revisi kembali data-data yang ada oleh Kementerian Dalam Negeri.

    Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya juga berencana untuk berkoordinasi ke Dirjen Otonomi Daerah terkait bagaimana kemajuan usulan DOB, mengingat adanya memoratorium pemekaran atau UU 23 Tahun 2014, dimana Perpres belum ditandatangi.

    “Setelah kami analisa semua syarat sudah hampir lengkap, hanya ada beberapa hal yang harus diperbaharui dan direvisi.” ucapnya.

    Serta yang paling terpenting adalah ketika diusulkan ke Pemerintah Pusat berkas-berkas persyaratan yang dimaksud harus sudah siap dan lengkap semua, mengingat penyelesaian tata batas antara wilayah Provinsi merupakan kewenangan pusat.

     

  • DPRD Kalteng akan ke Kalbar Bahas Perbatasan

    DPRD Kalteng akan ke Kalbar Bahas Perbatasan

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Penyelesaian Batas Wilayah antara Sukamara Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Ketapang (Kalimantan Barat) menjadi salah satu agenda yang penting di bagi DPRD Provinsi Kalteng.

    Adapun batas antara kedua wilayah tersebut telah menjadi salah satu fokus tim Daerah Otonom Baru (DOB) DPRD Provinsi Kalteng dimana yang menjadi bagian yang penting untuk diselesaikan.

    “Tim Pembahasan Otonom Baru DPRD Kalteng dalam waktu dekat akan ke Kalbar guna mengetahui sejauh mana penyelesain batas wilayah antara Provinsi,” ucap Wakil Ketua Tim DOB DPRD Kalteng, H. Achmad Rasyid belum lama ini.

    Dia menambahkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan berencana ke Kalbar dalam rangka untuk melihat dan mendengar sejauh mana penyelesaian  batas antara Sukamara (Kalteng) dan Ketapang (Kalbar).

    Selain itu perlu adanya koordinasi antara kedua pihak guna penyelesaian batas tersebut.

    Adapun pengajuan DOB ke pusat nantinya diharapkan semua persyaratan bisa terpenuhi semua, agar nantinya tidak ditolak atau diminta untuk melakukan revisi kembali data-data yang ada oleh Kementerian Dalam Negeri.

    Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya juga berencana untuk berkoordinasi ke Dirjen Otonomi Daerah terkait bagaimana kemajuan usulan DOB, mengingat adanya memoratorium pemekaran atau UU 23 Tahun 2014, dimana Perpres belum ditandatangi.

    “Setelah kami analisa semua syarat sudah hampir lengkap, hanya ada beberapa hal yang harus diperbaharui dan direvisi.” ucapnya.

    Serta yang paling terpenting adalah ketika diusulkan ke Pemerintah Pusat berkas-berkas persyaratan yang dimaksud harus sudah siap dan lengkap semua, mengingat penyelesaian tata batas antara wilayah Provinsi merupakan kewenangan pusat.

     

  • Beras Melimpah, Bulog Tak Khawatir Hadapi Ramadan

    Beras Melimpah, Bulog Tak Khawatir Hadapi Ramadan

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ketersediaan beras di Kalimantan Tengah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dipastikan tercukupi. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bulog Kalimantan Tengah melalui Kasi Perencanaan Operasional dan Data Pangan, M Rubiansyah.

    “Saat ini ada sekitar 3.900 ton stok beras untuk Kalimantan Tengah. Kita pastikan pasokan beras dapat tercukupi,” ujarnya kepada Intimnews, Kamis (8/4/2021).

    Selain itu terlepas dari kondisi Covid-19, harga beras di pasaran dijamin stabil. “Untuk sampai saat ini dipastikan harga beras stabil, hal ini juga karena saat ini juga musim panen,” ucap Rubiansyah.

    Untuk saat ini HET (Harga Eceran Tertinggi) untuk beras adalah Rp 9.950 untuk beras medium, sedangkan untuk beras premium adalah Rp 13.300.

    Penyerapan beras Bulog Kalteng berasal dari beberapa kabupaten, serta kiriman dari Jawa. “Penyerapan kita yang terbesar dari Kapuas, Pulang Pisau, dan Pagatan, serta biasanya dapat kiriman dari Jawa berdasarkan keputusan Bulog Pusat,” terang Rubiansyah.

    Disamping itu, untuk ketersediaan bahan pangan lain juga dijamin aman oleh Bulog Kalteng. Gula saat ini tersedia stok sekitar 25 ton dan akan dalam waktu dekat akan datang 100 ton. Tepung baru datang dengan stok 7,8 ton. Serta minyak goreng tersedia sekitar 7.800 liter.

  • Gubernur Sebut Pekarangan Bisa Jadi Alternatif Ketahanan Pangan

    Gubernur Sebut Pekarangan Bisa Jadi Alternatif Ketahanan Pangan

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ketahanan pangan masyarakat Kalimantan Tengah harus dimulai dari ruang lingkup keluarga, salah satunya dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk sumber pangan.

    Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam buah, sayur serta penghijauan.

    “Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan strategi dalam menjaga ketahanan pangan dimulai dari keluarga, terutama di masa pandemi covid 19, di rumah dapat memanfaatkan aktifitas penghijauan atau pertanian skala kecil di pekarangan,” ucapnya, Kamis (8/4/2021).

    Pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive dalam kondisi krisis seperti ini. Lahan yang tidak terlalu besar juga bisa dimanfaatkan.

    “Jadi di pekarangan rumah semua orang bisa bertani, bisa menanam sayuran,” ujar Sugianto.

    Kepala Dinas dan jajaranya juga diharapkan dapat memanfaatkan pekarangan kantor untuk sumber penghijauan dan pangan skala kecil. Hal itu juga diharapkan dapat diterapkan oleh Bupati dan Walikota.

    “Program yang sederhana ini juga sudah berjalan di lingkup Pemprov, baik penghijauan, menanam tumbuhan dan lainya terus dilakukan,” kata Sugianto.

    Sinergitas antar stakeholders diharapkan juga mampu memberdayakan UMKM pangan lokal.

    “Kita terus kampanyekan gerakan diversifikasi pangan lokal. Diversifikasi pangan lokal adalah kekayaan dan budaya bangsa. Bukan hanya beras yang kita miliki, termasuk juga ada ubi-ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu dan lainnya,” tegas Gubernur Sugianto.

  • Di Kobar, Ombudsman Awasi Lapas Hingga Telusuri Kades yang Dilaporkan

    Di Kobar, Ombudsman Awasi Lapas Hingga Telusuri Kades yang Dilaporkan

    INTIMNEWS.COM, KOTAWARINGIN BARAT – Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Tengah melakukan kunjungan ke Pangakalan Bun dari tanggal 5 sampai 7 april 2021.

    Dalam kunjungan tiga hari tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalteng, Dr. R. Biroum Bernardianto, M.Si, didampingi Faisal dari bidang PL (Penyelesaian Laporan) dan Yuliantie asisten PVL (Penerimaan dan Verifikasi Laporan).

    Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL) On The Spot di Disdukcapil dan Pengawasan Pelayanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas 2B Kobar.

    “PVL on the spot untuk mensosialisasikan fungsi ombudsman dan menerima konsultasi, sekaligus pengawasan untuk memastikan layanan terbaik sesuai regulasi bagi warga binaan Lapas Pangkalan Bunm,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Kalteng, Dr. R. Biroum Bernardianto, M.Si kepada Intimnews, Rabu (7/4/2021).

    Selain itu, kunjungan ke Pangkalan Bun tersebut juga untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat tentang penetapan aparatur Desa Sri Dau. “Pemeriksaan terlapor Kades di kantor BPMD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kobar,” kata Biroum.

    Ketika dikonfirmasi lagi mengenai laporan tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalteng menyebut masih dalam kajian. “Masih dikaji oleh ombudsman, belum selesai pada kesimpulan,” pungkasnya.

  • Luhut: Jangan Main-Main di Food Estate

    Luhut: Jangan Main-Main di Food Estate

    INTIMNEWS.COM, KAPUAS – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Pandjaitan meminta seluruh jajaran agar bekerja sama dan sungguh-sungguh dalam upaya mensukseskan program food estate di Kalteng.

    Arahan tersebut disampaikan setelah melakukan peninjauan kawasan food estate sekaligus melihat langsung kegiatan tanam padi di Blok A5 Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

    “Kerjanya jangan setengah-setengah. Harus sungguh-sungguh, tidak usah main-main,” ucap Luhut, Selasa (6/4/2021).

    Program food estate akan dipantau secara langsung oleh Pemerintah Pusat untuk memastikan semua proses berjalan sesuai aturan.

    “Kemaren Bapak Presiden meminta kepada saya agar memastikan program ini berjalan sesuai aturan. Jadi kami ramai-ramai datang kesini untuk melihat perkembangan food estate sesuai dengan bidang masing-masing,” ujar Luhut.

    Untuk memastikan proyek food estate berjalan dengan baik, akan dipadukan ahli-ahli pertanian dalam negeri dengan konsultan dari luar .

    Luhut Binsar Pandjaitan meyebut akan mengadakan rapat terpadu untuk membahas laporan tentang lahan yang pernah ditinggalkan seperti yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi. “Saya sudah siapkan agendanya. Saya minta untuk menyelesaikan apa saja masalahnya,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan.

    Dalam kunjungan itu, Menteri Luhut juga melakukan dialog dengan para Petani Desa Bentuk Jaya sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat.

  • Luhut: Jangan Main-Main di Food Estate

    Luhut: Jangan Main-Main di Food Estate

    INTIMNEWS.COM, KAPUAS – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Pandjaitan meminta seluruh jajaran agar bekerja sama dan sungguh-sungguh dalam upaya mensukseskan program food estate di Kalteng.

    Arahan tersebut disampaikan setelah melakukan peninjauan kawasan food estate sekaligus melihat langsung kegiatan tanam padi di Blok A5 Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

    “Kerjanya jangan setengah-setengah. Harus sungguh-sungguh, tidak usah main-main,” ucap Luhut, Selasa (6/4/2021).

    Program food estate akan dipantau secara langsung oleh Pemerintah Pusat untuk memastikan semua proses berjalan sesuai aturan.

    “Kemaren Bapak Presiden meminta kepada saya agar memastikan program ini berjalan sesuai aturan. Jadi kami ramai-ramai datang kesini untuk melihat perkembangan food estate sesuai dengan bidang masing-masing,” ujar Luhut.

    Untuk memastikan proyek food estate berjalan dengan baik, akan dipadukan ahli-ahli pertanian dalam negeri dengan konsultan dari luar .

    Luhut Binsar Pandjaitan meyebut akan mengadakan rapat terpadu untuk membahas laporan tentang lahan yang pernah ditinggalkan seperti yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi. “Saya sudah siapkan agendanya. Saya minta untuk menyelesaikan apa saja masalahnya,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan.

    Dalam kunjungan itu, Menteri Luhut juga melakukan dialog dengan para Petani Desa Bentuk Jaya sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat.

  • Gubernur Sugianto Minta Ini Khusus ke Menteri Pertanian

    Gubernur Sugianto Minta Ini Khusus ke Menteri Pertanian

    INTIMNEWS.COM, KAPUAS – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian  RI Syahrul Yasin Limpo serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kapuas.

    Kunker menteri beserta rombongan dalam rangka peninjauan kawasan food estate sekaligus melihat langsung kegiatan tanam padi di Blok A5 Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Selasa (6/4/2021).

    Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko, Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI Wahyu Utomo dan Direktur Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Heriyanto.

    Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sugianto didampingi oleh Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo

    Dalam sambutannya, Gubernur Sugianto mengucapkan selamat datang kepada seluruh Menteri yang hadir. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah saya mengucapkan selamat datang pada Bapak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Pertanian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Kantor Staf Presiden Republik Indonesia beserta seluruh rombongan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila Tanah Berkah Kalimantan Tengah,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, merupakan awal mulai Musim Tanam April – September 2021. Dimana sebelumnya telah dilakukan gerakan percepatan olah lahan dan juga penanaman padi bersama oleh Kelompok Tani di Desa Bentuk Jaya, Dadahup A5, Kecamatan Dadahup.

    Sugianto Sabran berharap sinergitas terbentuk antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi beserta Pemerintah Daerah, sehingga pemenuhan kedaulatan pangan dapat terpenuhi terutama beras. Serta mampu menyumbang peningkatan produksi beras secara nasional.

    “Selaku Gubernur Kalimantan Tengah dan atas nama Pemerintah Daerah serta segenap Masyarakat, saya tetap mengharapkan bantuan dukungan terutama pada daerah kawasan yang menjadi lokasi food estate ditahun 2020 dan tahun 2021 juga semua daerah Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah secara keseluruhan,” kata Gubernur Sugianto.

    Permohonan khusus kepada Kementerian Pertanian juga disampaikan, yang mana untuk tetap mengalokasikan stimulan bantuan sarana produksi berupa Benih dan Pupuk.

    Selain itu, Kementerian PUPR diharapkan dapat terus mendukung perbaikan infrastruktur pendukung seperti tanggul-tanggul dan jaringan irigasi yang dilengkapi pintu-pintu air, jalan, jembatan dan lainnya.

    Dalam kesempatan itu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga menyampaikan bahwa program Food estate di Kalteng sudah berjalan dengan baik. “Apa yang dikerjakan oleh Menteri Pertanian dan Menteri PUPR, sudah baik,” ungkapnya.

    Luhut menyebutkan, kedepan akan akan kembali melihat secara langsung perkembangan food estate di Kalteng. “Kita akan datang 3 bulan lagi untuk melihat ini. Ini memang tidak bisa sekali rapat di Istana sudah dianggap selesai. Bapak presiden meminta kita melihat langsung kebawah, cek detail sampai dimana,” jelas Luhut.

  • Soal Korupsi, Ini Instruksi Gubernur Sugianto ke Pemerintah Daerah

    Soal Korupsi, Ini Instruksi Gubernur Sugianto ke Pemerintah Daerah

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi Pada Pemerintah Daerah dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran. Rapat tersebut dilaksanakan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (05/04/2021).

    Pemerintah Daerah se-Kalteng mengikuti Rapat Koordinasi secara virtual melalui video conference di tempat masing-masing.

    Turut hadir Ketua DPRD Prov. Kalteng Wiyatno, Sekretaris Daerah Prov Kalteng Fahrizal Fitri, Bupati/Walikota Se-Kalteng, Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah III KPK Brigjen Polisi Bahtiar Ujang, Kasatgas Pencegahan Direktorat III Wilayah 2 Koordinasi dan Supervisi KPK RI Edi Suryanto, sejumlah Kepala Perangkat Daerah Prov Kalteng dan Kepala Perwakilan BPKP Kalteng Setia Pria Husada.

    Dalam rapat tersebut Gubernur Sugianto menyampaikan tiga arahan mengenai program pencegahan Korupsi pada Pemerintah Daerah se-Kalteng.

    “Pertama, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus berperan aktif dalam mendukung dan menjalankan program pencegahan dan pemberantasan korupsi di wilayah masing-masing,” Kata Sugianto.

    Dalam arahan yang kedua, Gubernur Sugianto menginstruksikan seluruh entitas yang memiliki tanggung jawab dan peran dalam pencapaian 8 area intervensi segera melakukan akselerasi kinerja untuk mengoptimalkan capaian kinerja sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

    “Dan yang ketiga, meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar instansi untuk memperkuat sinergitas pemerintah dalam mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi di Kalteng,” papar Gubernur Sugianto.

    Pimpinan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota berkomitmen untuk melaksanakan Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi. Di dalamnya terdapat empat program yang akan dijalankan.

    Pertama, implementasi program Monitoring Centre For Prevention (MCP) secara konsisten, substansial dan akuntabel. Kedua, perencanaan, pengaggaran, realisasi keuangan dalam tata kelola Pemerintah Daerah yang mengutamakan kepentingan dan kemanfaatan publik.

    Ketiga, proses pengadaan barang dan jasa yang bersih, profesional dan akuntabe, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

    Keempat, penertiban, pemulihan, penyelesaian dan pengamanan seluruh aset milik Pemerintah Daerah. Terakhir penguatan pengawasan dan pengendalian dalam tata kelola Pemerintah Daerah. (*)

error: Content is protected !!