INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Lima pejabat pimpinan tinggi (JPT) Pratama atau eselon II di Kabupaten Barito Utara dipastikan segera dilantik dalam waktu dekat oleh Bupati H. Shalahuddin. Mereka merupakan hasil seleksi terbuka yang digelar pada Agustus hingga September 2025.
Dari tujuh jabatan yang dievaluasi, pemerintah daerah memutuskan hanya lima yang akan dilanjutkan ke proses pelantikan. Dua posisi lainnya ditunda karena masih menunggu hasil pembahasan internal serta kelengkapan persyaratan administrasi.
Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan efektivitas rotasi dan promosi jabatan. Ia menjelaskan bahwa penundaan dua jabatan dilakukan untuk menjaga ketepatan penempatan pejabat dalam struktur organisasi.
Dalam keterangannya, salah satu posisi yang ditahan adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Jabatan tersebut masih menunggu proses internal sebelum bisa dilanjutkan ke tahap pelantikan.
“Lima pejabat kita lanjutkan pelantikannya, sementara dua jabatan masih kita pending karena ada hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Shalahuddin saat ditemui di Muara Teweh, Senin (27/10/2025) petang.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif dan transparan oleh panitia seleksi. Setiap kandidat yang diusulkan merupakan hasil penilaian ketat terhadap kompetensi, rekam jejak, dan integritas masing-masing peserta.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menempatkan aparatur sesuai kemampuan dan kinerja yang telah dibuktikan selama menjalankan tugas birokrasi. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik dan responsivitas pemerintah.
Shalahuddin berharap pejabat yang akan dilantik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Ia menekankan pentingnya percepatan kinerja mengingat tantangan pelayanan publik semakin kompleks.
Bupati juga menambahkan bahwa jabatan struktural bukan sekadar prestise, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta setiap pejabat siap bekerja maksimal sejak hari pertama bertugas.
Adapun tujuh jabatan yang dibuka dalam seleksi terbuka meliputi posisi Asisten II Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala BPKA.
Pansel kemudian menetapkan tiga peserta terbaik untuk tiap jabatan melalui pengumuman resmi Nomor 37/PANSEL-JPT/BU/X/2025 tertanggal 16 Oktober 2025. Tahapan penilaian tersebut menjadi dasar bagi bupati menentukan pejabat yang akan dilantik.
Dari informasi yang diperoleh, dua nama yang diprediksi kuat mengisi posisi strategis adalah Bahrum P. Girsang sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda serta Ismael Marzuki sebagai Kepala BPKA. Keduanya dianggap memiliki rekam jejak yang solid dalam birokrasi.
Sementara itu, beberapa posisi lain seperti Sekretaris DPRD dan Kepala Dinas Pertanian diwarnai persaingan ketat antar kandidat. Hasil akhirnya tetap menunggu keputusan resmi kepala daerah.
Shalahuddin menegaskan bahwa rangkaian proses seleksi dan pelantikan pejabat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menilai penempatan pejabat profesional akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan pemerintah.
“Rotasi dan promosi ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin setiap posisi strategis ditempati orang yang tepat agar pelayanan publik berjalan optimal,” tegasnya.
Ia berharap pengisian jabatan melalui seleksi terbuka dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap birokrasi serta meningkatkan kinerja perangkat daerah di masa mendatang. (SHP/Maulana Kawit)