Kategori: KALIMANTAN TENGAH

Halaman Kerjasama Pemprov Kalteng dan Intimnews.com

  • Hilang saat Cari Alat Tambang, Pria 50 Tahun Ditemukan Tewas di DAS Katingan

    Hilang saat Cari Alat Tambang, Pria 50 Tahun Ditemukan Tewas di DAS Katingan

    INTIMNEWS.COM, KATINGAN – Tim SAR gabungan menemukan Epek Adi Purnomo (50), alias Bakir, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kasongan, Desa Talian Kereng, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 28 September 2026 malam.

    Peristiwa itu terjadi sehari sebelumnya, Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Epek bersama tiga rekan kerjanya menyelam ke sungai untuk mencari alat tambang tradisional yang terjatuh ke dalam air.

    Namun, setelah beberapa saat, Epek tidak kembali ke permukaan. Rekan-rekannya sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Palangka Raya.

    Koordinator Lapangan Basarnas, Indra Saputra mengatakan, titik keberadaan korban diketahui setelah tim mendapat informasi dari warga sekitar pada Senin malam.

    “Pada pukul 21.30 WIB, Tim SAR Gabungan menerima laporan dari warga bahwa melihat jenazah yang mengapung di sungai. Posisi penemuan sekitar 20 meter dari lokasi kejadian awal,” ujar Indra.

    Tim SAR kemudian menuju lokasi untuk mengamankan jasad korban dan melakukan evakuasi. Jenazah dibawa ke RSUD Mas Amsyar Katingan untuk penanganan lebih lanjut.

    Setelah proses tersebut selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke Desa Dahian Tunggal, Kecamatan Pulau Malan.

    Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA. Ketut Alit Supartana mengatakan, penemuan korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak laporan orang tenggelam diterima.

    “Dengan diserahkannya korban kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR KMM ini dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Alit.

    Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Polsek Katingan Hilir, BPBD Katingan, Satpolair Polres Katingan, Koramil 1019-03/Katingan Hilir, Damkar Katingan, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

    Alit menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi seluruh pihak yang terlibat di lapangan.” pungkasnya.

    Editor: Andrian

  • Polda Kalteng Amankan Delapan Tersangka Karhutla, Dua Diduga PNS

    Polda Kalteng Amankan Delapan Tersangka Karhutla, Dua Diduga PNS

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengamankan delapan tersangka dalam enam laporan polisi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua pekan terakhir. Dua di antaranya disebut berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

    Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap pembakaran lahan. Informasi kasus berasal dari laporan masyarakat, layanan Hotline 110, hingga patroli polisi di lapangan.

    “Pengungkapan kasus-kasus ini merupakan bagian dari transparansi dan komitmen penegakan hukum Polda Kalteng,” ujar Iwan saat konferensi pers di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Senin, 28 September 2026.

    Salah satu kasus terjadi di Barito Selatan. Polisi menangkap N, 49, yang disebut berstatus PNS setelah kedapatan membakar lahan miliknya. Api kemudian merambat hingga membakar lahan sekitar enam hektare.

    Kasus lainnya terjadi di Barito Timur dengan dua tersangka, yakni S yang juga disebut sebagai PNS dan Y, seorang wiraswasta. Pembakaran pada 20 September 2026 itu menyebabkan lahan yang terbakar hampir 11 hektare.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti dari kasus tersebut, antara lain jeriken berisi minyak tanah, alat penyemprot, botol berisi oli bekas, jeriken oli, ember, dan tas gendong.

    Selain Barito Selatan dan Barito Timur, penyidik menangani kasus serupa di Kotawaringin Timur dan Kapuas. Para tersangka perorangan dijerat dengan ketentuan pidana dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    Secara keseluruhan, Polda Kalteng dan jajaran saat ini menangani 130 laporan terkait karhutla. Jumlah itu terdiri atas 84 Laporan Informasi dan 46 Laporan Polisi.

    Dari 46 laporan polisi tersebut, lima masih dalam tahap penyelidikan, 24 masuk tahap penyidikan, 13 perkara berada pada tahap I, dan tiga perkara telah memasuki tahap II.

    Penegakan hukum juga diarahkan kepada korporasi. Polda Kalteng tengah menyidik 12 perusahaan yang lahannya terindikasi mengalami kebakaran.

    Iwan mengatakan, penyidik masih mengumpulkan bukti untuk memastikan tanggung jawab masing-masing perusahaan. Pemeriksaan juga melibatkan saksi ahli, termasuk untuk melihat pemenuhan sarana dan prasarana pencegahan serta langkah penanganan ketika kebakaran terjadi.

    “Untuk korporasi, kami sedang memperkuat pembuktian dengan melibatkan saksi ahli. Kami mendalami kepatuhan perusahaan terkait ketersediaan sarana-prasarana pencegahan kebakaran serta langkah tanggap darurat yang mereka lakukan saat kebakaran terjadi,” tegasnya.

    Untuk perkara korporasi, penyidik menggunakan Pasal 99 ayat (1) UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    Kapolda juga mengapresiasi masyarakat yang memberikan informasi mengenai aktivitas pembakaran lahan. Ia mengatakan laporan warga menjadi salah satu sumber penting dalam mengungkap kasus karhutla.

    “Polda Kalteng akan terus mengedepankan pencegahan, sosialisasi, serta patroli rutin di titik-titik yang rawan terjadi karhutla,” pungkasnya.

    Editor: Andrian

  • Gema Keadilan Kalteng Gelar Aksi Peduli Karhutla, Warga Mendawai Dapat Layanan Kesehatan Gratis

    Gema Keadilan Kalteng Gelar Aksi Peduli Karhutla, Warga Mendawai Dapat Layanan Kesehatan Gratis

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan di Palangka Raya mendorong perhatian terhadap kesehatan warga terdampak. Kondisi tersebut menjadi perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalteng bersama Gema Keadilan Kalteng melalui Aksi Peduli Dampak Karhutla di kawasan Mendawai, RT 07/RW VII, Palangka Raya, Minggu (27/9/2026).

    Kegiatan tersebut diisi dengan penyuluhan dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Warga yang datang mendapatkan pemeriksaan kesehatan, masker, vitamin, serta bantuan penunjang kesehatan lainnya.

    Ketua DPW PKS Kalteng Sirajul Rahman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

    “Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat akibat dampak bencana karhutla di Kalteng. Kita berbagi masker, vitamin dan memberikan pemeriksaan kesehatan,” kata Sirajul.

    Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat terdampak karhutla tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan. Beberapa hari sebelumnya, PKS Kalteng juga turut membantu masyarakat dalam upaya pemadaman kebakaran di wilayah Kalampangan serta memberikan bantuan untuk pembuatan sumber air.

    Sirajul menyebut, aksi tersebut menjadi bagian dari upaya PKS untuk hadir di tengah masyarakat yang menghadapi dampak bencana. Secara nasional, PKS juga melakukan berbagai aksi sosial untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah.

    Sementara itu, Ketua Umum Gema Keadilan Kalteng Zainuri mengatakan, aksi peduli terhadap masyarakat terdampak karhutla telah dilakukan dalam beberapa minggu terakhir. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi program Aksi Peduli Gema Keadilan Kalteng sebagai organisasi sayap PKS.

    “Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan kehidupan masyarakat. Mari bersama bergerak nyata, peduli, dan saling membantu menghadapi dampak asap karhutla,” ujar Zainuri.

    whatsapp image 2026 09 28 at 15.02.19
    Ketua Umum Gema Keadilan Kalteng, Zainuri bersama anak-anak di Mendawai yang terdampak kabut asap. (Ist)

    Selain pemeriksaan kesehatan, PKS juga menyediakan fasilitas oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau membutuhkan bantuan oksigen. Fasilitas serupa tersedia di Kantor DPW PKS Kalteng melalui Rumah Aman Asap yang dapat dikunjungi masyarakat setiap hari.

    “Di kantor DPW juga ada Rumah Aman Asap yang memang setiap hari bisa dikunjungi,” jelas Zainuri.

    Pemilihan kawasan Mendawai sebagai lokasi pelayanan mempertimbangkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Kawasan tersebut dinilai cukup jauh dari puskesmas sehingga pelayanan kesehatan secara langsung di lingkungan warga diperlukan.

    Pelayanan tersebut menyasar berbagai kelompok usia. Bagi masyarakat dewasa, tim memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan. Sementara bagi anak-anak, bantuan yang diberikan berupa vitamin, masker, susu, dan nutrisi.

    Kehadiran layanan kesehatan gratis tersebut mendapat respons positif dari warga. Perwakilan warga, Yanti, mengatakan kegiatan itu sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi karhutla yang membuat sebagian warga mengalami keluhan kesehatan seperti batuk.

    “Ini sangat membantu bagi masyarakat, apalagi sekarang karhutla dan banyak warga yang batuk, terutama usia rentan,” ujar Yanti.

    Ia berharap pelayanan serupa dapat terus dilakukan dengan dukungan pengobatan dan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap sehingga semakin banyak warga dapat memperoleh manfaat. (**)

    Editor: Andrian

  • HUT ke-67 Barsel, Gubernur Agustiar Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

    HUT ke-67 Barsel, Gubernur Agustiar Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

    INTIMNEWS.COM, BUNTOK – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, meminta Kabupaten Barito Selatan (Barsel) memperkuat potensi ekonomi lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah. Pengembangan Unit Usaha , Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ketahanan pangan, pariwisata, dan pelestarian budaya dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

    Pesan tersebut disampaikan Agustiar saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan di Halaman Kantor Bupati, Senin, 21 September 2026.

    Gubernur mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Potensi dan kearifan lokal juga harus tetap dipertahankan agar perkembangan daerah tidak menghilangkan identitas masyarakat.

    “Daerah maju bukan hanya daerah yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, tetapi juga tidak kehilangan jati diri,” ujarnya.

    Ia mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pengembangan produk lokal dan UMKM diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi daerah.

    Agustiar juga mengaitkan pembangunan Barsel dengan semangat Huma Betang yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan dalam menghadapi perbedaan.

    “Tidak ada kemajuan tanpa adanya kebersamaan. Huma Betang adalah rumah besar kita, yang bukan menghilangkan sekat perbedaan, tetapi menyatukan segala perbedaan,” tegasnya.

    Selain penguatan ekonomi, Agustiar meminta masyarakat Barsel mendukung program Pemerintah Provinsi Kalteng, termasuk Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Di Barsel, program tersebut mencakup 12.209 keluarga penerima manfaat.

    KHBS mencakup bantuan tunai, pangan, pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial. Pemerintah berharap program tersebut dapat memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Kakak dari Sugianto Sabran itu juga mengajak masyarakat Barsel mendukung sejumlah program prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih.

    Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan agar berbagai program pembangunan tidak hanya berjalan di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pedalaman.

    “Tidak ada kemajuan tanpa adanya kebersamaan,” pungkasnya.

    Editor: Andrian

  • Gubernur Tinjau Karhutla Barsel, Hampir 700 Hektare Lahan Terbakar

    Gubernur Tinjau Karhutla Barsel, Hampir 700 Hektare Lahan Terbakar

    INTIMNEWS.COM, BUNTOK – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan, Minggu, 20 September 2026.

    Peninjauan dilakukan ketika luas lahan terbakar di wilayah tersebut hingga pertengahan September dilaporkan mendekati 700 hektare.

    Agustiar menegaskan, penanganan karhutla di Kalteng membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat ditekan.

    “Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani,” ujarnya.

    Dalam peninjauan di Barsel, Agustiar melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak dan proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran tetap berjalan di lapangan.

    Kapolres Barsel, AKBP Eko Mardianto mengatakan, penanganan bermula dari pemantauan aplikasi Sipongi yang menunjukkan sejumlah titik panas dengan koordinat berdekatan di Kecamatan Dusun Selatan.

    “Tim langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman dan pendinginan,” kata Eko.

    Operasi berlangsung pukul 12.00 hingga 19.00 WIB. Petugas menyisir sejumlah lokasi, yakni Jalan Raya Buntok-Palangka Raya di kawasan Tugu Perbatasan Kapuas, Pondok Cinta Desa Madara, serta kawasan Masimpun Letter S, Desa Kalahien.

    Penanganan melibatkan Polres Barsel, Polsek Dusun Selatan, Kodim 1012 Buntok, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Manggala Agni, dan Dinas Perhubungan. Petugas juga menggunakan water cannon Polres Barsel serta peralatan pemadaman dari BPBD dan instansi terkait.

    Eko menjelaskan, operasi tersebut merupakan tindak lanjut kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Setelah api dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk mencegah bara yang tersisa kembali memicu kebakaran.

    “Pendinginan menjadi tahap penting setelah pemadaman, sehingga potensi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa dapat ditekan,” jelasnya.

    Seluruh titik panas yang telah diperiksa melalui ground check berhasil ditangani. Petugas memastikan api padam dan kondisi lokasi aman.

    “Seluruh titik yang kami lakukan ground check sudah ditangani. Saat ini kondisi di lokasi aman dan kondusif,” tandasnya.

    Meski titik api telah ditangani, pemantauan tetap dilakukan di kawasan rawan. Langkah itu diperlukan untuk mendeteksi kemunculan titik api baru sedini mungkin, terutama di tengah kemarau dan keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi.

    Editor: Andrian

  • Dua Jenazah Ditemukan di Pesisir Tanjung Puting, Diduga Korban KM Virgo Transport 8

    Dua Jenazah Ditemukan di Pesisir Tanjung Puting, Diduga Korban KM Virgo Transport 8

    INTIMNEWS.COM, KUALA PEMBUANG – Tim SAR Gabungan mengevakuasi dua jenazah yang ditemukan terdampar di kawasan pesisir Taman Nasional Tanjung Puting, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Senin (21/9/2026).

    Kedua jenazah sebelumnya ditemukan oleh seorang nelayan pada Minggu (20/9/2026). Saat ditemukan, keduanya masih mengenakan pelampung.

    Lokasi penemuan dan kondisi korban kemudian mengarah pada dugaan bahwa kedua jenazah tersebut merupakan bagian dari penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan dan tenggelam pada Minggu (13/9/2026).

    Mendapat laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA. Ketut Alit Supartana mengerahkan personel Rescue yang sebelumnya telah terlibat dalam operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8.

    Proses evakuasi dilakukan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB). Kedua jenazah dibawa menuju Pelabuhan Segintung sebelum selanjutnya diserahkan untuk proses lanjutan di Pos TNI AL Kuala Pembuang.

    “Dua korban kami evakuasi menggunakan RBB menuju Pelabuhan Segintung. Selanjutnya dibawa ke Pos AL Kuala Pembuang dan diteruskan ke Banjarmasin menggunakan ambulans untuk proses identifikasi,” ujar Alit.

    Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, yakni Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Pos TNI AL Samuda, Pos TNI AL Kuala Pembuang, Polairud Polda Kalteng, Polres Seruyan, serta Polsek Seruyan Hilir.

    Alit menegaskan, penemuan dua jenazah tersebut tidak menghentikan operasi pencarian. Tim gabungan masih akan menyisir sejumlah wilayah untuk mencari korban lain yang kemungkinan masih belum ditemukan.

    “Dengan ditemukannya dua korban di wilayah Seruyan, kami mengerahkan personel untuk terus melakukan pencarian guna menemukan korban lainnya,” katanya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Ngaku Jaksa dan Tawarkan Urus Perceraian, Pria di Palangka Raya Diamankan

    Ngaku Jaksa dan Tawarkan Urus Perceraian, Pria di Palangka Raya Diamankan

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Seorang pria berinisial AS diamankan tim gabungan setelah dilaporkan karena diduga menipu warga dengan mengaku sebagai jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng).

    Kasus tersebut terungkap setelah seorang perempuan berinisial GN melapor ke Kejati Kalteng pada Minggu, 20 September 2026 malam. Laporan itu berkaitan dengan dugaan penipuan dan pemalsuan surat yang dilakukan AR.

    Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi mengatakan, AS diduga mengaku sebagai jaksa pada bidang tindak pidana khusus Kejati Kalteng. Ia juga disebut memiliki kartu identitas dengan foto mengenakan seragam kejaksaan lengkap dengan atribut.

    Perkenalan GN dengan AS bermula ketika AS menjadi pengemudi GrabCar yang dipesan GN melalui aplikasi. Setelah itu, AS menawarkan bantuan untuk mengurus perceraian GN dengan suaminya.

    AS kemudian mengaku memiliki kenalan hakim di Pengadilan Agama Palangka Raya. Pengakuan tersebut membuat GN percaya dan kemudian menyerahkan sejumlah uang kepada AS.

    Berdasarkan laporan Kejati Kalteng, GN melakukan empat kali transfer melalui rekening Bank BCA atas nama AS. GN juga disebut mentransfer uang satu kali ke rekening atas nama Tri Pujiati.

    Total uang yang ditransfer GN mencapai Rp5 juta. Selain itu, GN pernah memberikan uang tunai Rp50 ribu kepada AS.

    Laporan GN kemudian ditindaklanjuti tim Intelijen Kejati Kalteng bersama Kejaksaan Negeri Palangka Raya dan penyidik Polda Kalteng. Polisi juga menerima Laporan Polisi Nomor STTLP/240/IX/YAN.2.5./2026/SPKT tertanggal 20 September 2026.

    Tim gabungan akhirnya mengamankan AS sekitar pukul 00.15 WIB, Senin, 21 September 2026 dini hari. Ia diamankan di kediamannya di Perumahan Pondok Matra, Jalan Matal, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Palangka Raya.

    AS kemudian dibawa ke Mapolda Kalteng untuk menjalani proses lebih lanjut. Status dan keterlibatannya dalam dugaan tindak pidana tersebut selanjutnya akan diproses oleh penyidik.

    Hendri mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai pegawai kejaksaan, terlebih jika menawarkan bantuan hukum atau pengurusan perkara dengan meminta sejumlah uang.

    “Masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pegawai Kejaksaan,” tegasnya.

    Editor: Andrian

  • PKS Kalteng Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Kabut Asap

    PKS Kalteng Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Kabut Asap

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan DPW PKS Kalimantan Tengah (Kalteng). Pada Minggu (20/9/2026), tim PKS Kalteng turun langsung ke sejumlah titik karhutla di wilayah Bukit Batu, Kota Palangka Raya.

    Selain membantu proses pemadaman, tim juga membawa layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker, hingga pemberian suplemen vitamin dilakukan sebagai bagian dari aksi sosial tersebut.

    Ketua DPW PKS Kalteng, Sirajul Rahman, mengatakan kehadiran kader dan relawan PKS di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan secara langsung.

    “PKS akan terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sirajul Rahman.

    Menurutnya, kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Karena itu, kegiatan sosial dilakukan bersamaan dengan upaya membantu penanganan karhutla di lapangan.

    Sementara itu, Ketua Satgas Tanggap Bencana Karhutla PKS Kalteng, Kiswati, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berada di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana dan kondisi yang membutuhkan respons cepat.

    “PKS akan selalu berada di tengah masyarakat, termasuk dengan turun langsung ke sejumlah titik karhutla dan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak,” tegas Kiswati.

    Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan berupa masker dan vitamin, tetapi juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah menjaga kondisi tubuh di tengah paparan kabut asap.

    Aksi sosial itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Saefurrahman, salah seorang warga, menilai kehadiran PKS Kalteng secara langsung di lapangan menjadi bentuk kepedulian yang dirasakan masyarakat.

    “Kami mengapresiasi kepedulian PKS Kalteng yang hadir langsung dan memberikan bantuan yang menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak karhutla,” kata Saefurrahman.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla sekaligus menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai elemen dalam memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak kabut asap.

    Editor: Andrian

  • Gubernur Kalteng Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla

    Gubernur Kalteng Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak 300 paket sembako disalurkan untuk membantu warga kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, turun langsung menyerahkan bantuan tersebut pada Jumat, 18 September 2026.

    Penyaluran bantuan berlangsung di kediaman warga, Heri Purwanto, Jalan Majapahit Nomor 9. Selain sembako, pemerintah juga memberikan air bersih, air minum, vitamin, dan masker kepada masyarakat.

    Gubernur mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah warga diperlukan untuk memastikan dampak karhutla tidak hanya ditangani dari sisi pemadaman. Kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi perhatian.

    “Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang terdampak karhutla merasa tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas,” ujarnya.

    Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar soal nilai barang yang diterima warga. Penyaluran bantuan menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak karhutla.

    “Kehadiran pemerintah secara langsung merupakan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla tidak menghadapi kondisi tersebut seorang diri,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Agustiar juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap dan abu akibat karhutla.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden menambahkan, kehadiran Gubernur secara langsung membuat pemerintah dapat melihat kondisi warga tanpa hanya mengandalkan laporan dari lapangan.

    “Beliau tidak hanya mendengar laporan maupun informasi mengenai kondisi karhutla, tetapi hari ini hadir langsung, bertemu dan berdialog dengan masyarakat Kalampangan,” ucapnya.

    Linae juga mengajak masyarakat ikut mencegah kebakaran, terutama dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar di tengah musim kemarau.

    “Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap terjaga dan anggaran pembangunan tidak banyak terserap untuk penanganan bencana,” tandasnya.

    Editor : Maulana Kawit

  • 700 Warga Kalampangan Terima Bantuan KHBS di Tengah Karhutla

    700 Warga Kalampangan Terima Bantuan KHBS di Tengah Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak 700 warga Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Palangka Raya, menerima bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng, pada Jumat, 18 September 2026.

    Penyaluran KHBS dilakukan bersamaan dengan pemberian 300 paket sembako kepada warga. Bantuan diberikan saat masyarakat masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau.

    Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengatakan, KHBS merupakan salah satu program prioritas pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut mencakup bantuan tunai, pangan, pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.

    “KHBS merupakan salah satu program prioritas Pemprov Kalteng yang mencakup bantuan tunai, pangan, pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui pendataan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, kota, desa, dan kelurahan. Mekanisme tersebut ditujukan agar bantuan diterima warga yang benar-benar membutuhkan.

    Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, kata Agustiar, juga menjadi bagian dari upaya memastikan warga terdampak karhutla tetap mendapat perlindungan.

    “Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang terdampak karhutla merasa tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah,” katanya.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden menuturkan, bantuan KHBS menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran Gubernur secara langsung juga memberi kesempatan pemerintah mendengar kondisi warga.

    “Beliau tidak hanya mendengar laporan maupun informasi mengenai kondisi karhutla, tetapi hari ini hadir langsung, bertemu dan berdialog dengan masyarakat Kalampangan,” ucapnya.

    Selain bantuan sosial, pemerintah juga menyalurkan air bersih, air minum, vitamin, dan masker. Warga diminta memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap.

    Linae mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api. Ia meminta warga tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau.

    “Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap terjaga dan anggaran pembangunan tidak banyak terserap untuk penanganan bencana,” tegasnya.

    Editor : Maulana Kawit

error: Content is protected !!