INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Satu orang pria meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis akibat kebakaran yang terjadi pada perumahan kopel staf mil G Blok C Desa Tanah Haluan, Estate PT Agro Wana Lestari (AWL) Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Insiden kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19:10 WIB, pada Minggu, 7 Mei 2023, korban bernama Edi Santo diketahui terjebak dalam kobaran api dan yang pada saat itu berada di dalam kamar mandi.
“Korban ditemukan di kamar mandi setelah dievakuasi, dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan medis. Namun nyawanya tidak dapat tertolong sehingga dibawa ke rumah sakit Murjani Sampit,” ungkap Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Uberson. Jum’at, 12 Mei 2023.
Menurutnya, saat itu seorang warga setempar bernama Sri Hastuti yang berstatus sebagai saksi berada di rumah nomor C 05 dan mendengar suara ledakan dari rumah no C 04 dan kemudian dia keluar dan melihat api dalam rumah C 03 sudah ada api yang membesar.
“Saat itu Sri Hastuti berteriak meminta tolong, mendengar itu datang Rajiansyah kemudian dia memadamkan api dengan menggunakan apar yang diambil dari depan perumahan akan tetapi api semakin membesar. Dan dalam rumah itu juga ada 10 pintu itu ada dua belas orang yang tinggal,” tuturnya.
Karena diduga tidak mampu untuk menjinakkan api itu, Rajiansyah pulang untuk menyelamatkan anak dan istri. Saat itu juga keluar Soni Andreana dari rumah nomor 03 dan melihat kondisi api yang sudah membesar dari rumah nomor 04 yang juga menjalar ke rumah Sonia Andreana.
“Kemudian api saat itu juga ke seluruh rumah kopel C itu, sampai membakar plafon dan isi material dari masing-masing pintu rumah. Diperkirakan api padam sekitar pukul 21.00 WIB dengan menggunakan dua unit truk tangki CPO yang berisi air, apar CO 4 biji, apar powder 12 biji dan kemudian saat itu baru ditemukan korban Edi Santo didalam kamar mandi dalam kondisi hidup dan terjebak asap,” ungkapnya.
Untuk diketahui bahwa bangunan yang mengalami kebakaran itu terbuat dari beton tiang kayu, plafon triplek dan atap seng bergelombang sehingga saat terjadi Kebakaran mudah menjalar dan api cepat membesar.
“Terjadinya kebakaran tersebut berasal dari dalam rumah Edi Susanti dan merembet ke rumah karyawan lainnya yang mengakibatkan terbakarnya 1 rumah kopel 10 pintu itu dan kerugian material bangunan dan isi rumah diperkirakan sekitar satu miliar rupiah,” demikiannya.
Editor: Andrian