website murah
website murah
website murah
website murah

Realisasi APBD Rendah, Kalteng Masuk 10 Provinsi Terbawah Nasional

Plt. Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung saat diwawancarai. (Shr)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk dalam daftar 10 provinsi dengan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terendah secara nasional hingga akhir November 2025.

Data tersebut berdasarkan hasil evaluasi realisasi belanja APBD yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI terhadap seluruh pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa rendahnya realisasi belanja dipengaruhi oleh pendapatan daerah yang tidak tercapai sesuai target.

“Karena pendapatan kita tidak tercapai, otomatis belanja juga terdampak. Kalau dananya tidak ada, tentu tidak bisa dibayarkan,” ujar Leo saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, usai menghadiri kegiatan belum lama ini.

Ia menyebutkan bahwa hingga akhir tahun, kondisi pendapatan tersebut menyebabkan beberapa kewajiban pemerintah daerah belum dapat dipenuhi.

“Kondisi ini membuat ada beberapa pembayaran yang tidak bisa kita lakukan,” katanya.

Berdasarkan data, hingga akhir November 2025 realisasi pendapatan Pemprov Kalteng baru mencapai Rp1,2 triliun atau sekitar 88,35 persen.

Sementara realisasi belanja tercatat sebesar Rp1,082 triliun atau 75,43 persen dari total anggaran.

Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2024, di mana realisasi pendapatan mencapai 97,29 persen dan belanja sebesar 91,72 persen.

Leo menegaskan bahwa situasi ini bukan semata disebabkan oleh lemahnya pengelolaan anggaran, tetapi juga faktor eksternal yang memengaruhi arus pendapatan daerah.

“Kita tidak bisa memaksakan belanja jika pendapatan memang tidak masuk sesuai perencanaan,” tandasnya.

Selain Kalteng, sejumlah daerah lain yang masuk dalam 10 provinsi dengan realisasi belanja terendah antara lain Papua Tengah, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, hingga DKI Jakarta.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan