INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengidentifikasi adanya permasalahan kesehatan serius yang melanda mayoritas penduduk dewasa di provinsi tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen orang dewasa di Kalteng bermasalah dengan penyakit gigi dan mulut.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengungkapkan bahwa identifikasi ini menjadi perhatian utama lantaran kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk dijaga.
Masalah kesehatan pada area tersebut diketahui memiliki risiko tinggi untuk merembet ke penyakit-penyakit turunan yang lebih serius, termasuk komplikasi pada organ vital.
“Kalau di kita (Kalteng) kan banyak ya (penyakit rentan), data dari orang dewasa yang kami dapat, kurang lebih 60 persen bermasalah dengan gigi,” beber Suyuti kepada wartawan usai mengikuti kegiatan pembukaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMAN 2 Palangka Raya, beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan bahwa penyakit pada gigi dan mulut, apabila diabaikan, dapat merembet hingga ke jantung, menjadikannya bukan sekadar masalah lokal di rongga mulut.
“Padahal gigi itu berpengaruh ke jantung, itu yang kami mau tahu sebenarnya (melalui CKG),” kata dia, menunjukkan keterkaitan erat antara kedua organ tersebut.
Maka dari itu, Dinkes Kalteng mendorong masyarakat untuk segera melakukan deteksi dini penyakit melalui program unggulan pemerintah daerah, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Suyuti mengimbau agar masyarakat memanfaatkan program CKG secara maksimal, sehingga berbagai penyakit yang rentan diderita dapat diatasi secara preventif dan segera mendapatkan intervensi medis.
Program CKG yang menyasar masyarakat umum, lanjut Suyuti, sejatinya sudah dijalankan di setiap puskesmas yang ada di Kalteng. Namun, ia mengakui bahwa minat masyarakat untuk datang ke Puskesmas masih minim.
“Masih kecil (peminatnya), sekarang dibuka di sekolah-sekolah, kami datangi setiap sekolah, supaya manfaat programnya semakin maksimal,” ucapnya, menjelaskan strategi jemput bola untuk mengoptimalkan jangkauan program.
Suyuti menjelaskan bahwa program CKG ditargetkan menyasar seluruh siswa di berbagai tingkatan satuan pendidikan, baik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA sederajat.
Pelaksana teknis yang memiliki kewenangan penuh menjalankan CKG adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
“Yang punya kewenangan menjalankan CKG adalah puskesmas, kami menggandeng puskesmas, puskesmas yang kami ajak ini Puskesmas Marina dan Puskesmas Panarung,” sebutnya, menegaskan sinergi Dinkes dengan unit layanan kesehatan primer.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit