INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat kondisi ekonomi daerah pada awal 2026 masih bergerak stabil. Inflasi tetap terkendali, sementara daya beli petani menunjukkan perbaikan.
Data itu disampaikan BPS Kalteng dalam rilis indikator ekonomi terbaru yang digelar di ruang vicon BPS dan disiarkan melalui kanal YouTube, Senin 4 Mei 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman, mengatakan inflasi Kalteng pada April 2026 tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 3,66 persen secara tahunan.
Menurutnya, kenaikan harga masih didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas seperti beras dan angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi pada April.
“Secara umum inflasi masih terkendali, meski ada kenaikan pada beberapa komoditas utama, terutama beras dan tarif angkutan udara,” ujar Taufiq.
Di sektor pertanian, BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Kalteng pada April 2026 berada di angka 139,43 atau naik 1,22 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan NTP ini menunjukkan daya beli petani membaik. Kondisi itu didorong oleh pergerakan harga komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan gabah.
Taufik mengatakan, kenaikan NTP menjadi sinyal positif karena mencerminkan pendapatan petani tumbuh lebih baik dibanding pengeluaran rumah tangga dan biaya produksi.
“Nilai Tukar Petani yang naik menunjukkan daya beli petani membaik. Ini menjadi salah satu indikator positif untuk sektor pertanian di Kalteng,” katanya.
BPS menilai, pergerakan inflasi yang masih terkendali dan daya beli petani yang menguat menjadi penopang penting stabilitas ekonomi Kalteng pada awal tahun ini.
Editor: Andrian