website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pria Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan G Obos, Meninggal di Rumah Sakit

Petugas kepolisian dan pihak keluarga berada di kamar jenazah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya usai seorang pria ditemukan tergeletak di pinggir Jalan G Obos X, Jumat, 29 Mei 2026. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Seorang pria ditemukan tergeletak di pinggir Jalan G Obos X, tepat di seberang pintu masuk kawasan Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Jumat, 29 Mei 2026.

Pria tersebut diketahui bernama Bobby, warga Jalan Menteng XII, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Korban lahir di Hatapang pada 20 Desember 1992.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.47 WIB terkait adanya seorang laki-laki yang terbaring di pinggir jalan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut,” ujar Iyudi dalam keterangannya.

Pasang Iklan

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban ditemukan dalam posisi miring dengan kondisi napas tersengal dan tidak merespons saat dipanggil warga.

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan baju lengan pendek dan celana dalam. Warga kemudian segera meminta bantuan petugas medis untuk mengevakuasi korban.

Korban sempat dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya guna mendapatkan penanganan medis. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

Dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga, polisi memperoleh informasi bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di RS Kalawa Atei.

Orang tua korban juga menyampaikan bahwa Bobby sering keluar rumah tanpa memberi tahu tujuan. Korban disebut kerap marah apabila dicegah atau ditanya hendak pergi ke mana.

Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, hingga berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penanganan selanjutnya.

Pasang Iklan

“Keluarga korban menolak dilakukan visum et repertum dan berencana membawa jenazah ke rumah duka di kediamannya di Jalan Menteng XII,” tutup Iyudi.

Editor: Andrian 

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!