website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pola Komunikasi Generasi Muda Wajib Terjaga

emerintah menghormati hak mahasiswa untuk berpendapat dan mengapresiasi aksi demonstrasi yang berlangsung tertib dan tidak anarkis.. ist

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengimbau kepada mahasiswa untuk selalu menyertakan tawaran solusi yang konstruktif setiap kali mereka mengkritik kebijakan pemerintah. Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Agustiar seusai membuka pelantikan Pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (15/9).

Dalam sambutannya, Agustiar menegaskan bahwa pemerintah daerah menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Namun, ia mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan haruslah bersifat etis dan memiliki tujuan untuk perbaikan, bukan sekadar penolakan tanpa solusi.

“Kritik itu penting dalam demokrasi, namun harus disertai dengan solusi. Kritik yang membangun akan lebih bermanfaat jika disertai dengan gagasan-gagasan penyelesaian yang konstruktif,” ujar Agustiar.

Gubernur Kalteng juga menyinggung aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa beberapa waktu lalu. Menurutnya, aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan tidak menimbulkan kericuhan. Agustiar mengapresiasi sikap mahasiswa yang menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Pasang Iklan

“Kami terima kasih untuk demo kemarin. Demokrasi tidak anarkis. Itu yang kami ucapkan terima kasih untuk semua OKP (Organisasi Kepemudaan) yang ada,” ujar Agustiar, yang menilai bahwa penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa diperbolehkan selama tetap mengedepankan aturan dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Lebih lanjut, Agustiar menilai bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam memberikan masukan bagi pemerintah, terutama dalam mengawasi jalannya program dan kebijakan publik. Oleh karena itu, ia meminta agar kritik yang dilontarkan oleh mahasiswa tidak berhenti hanya pada penolakan terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga memberikan gagasan-gagasan penyelesaian yang dapat memperbaiki program tersebut.

“Silakan berdemokrasi, yang penting jangan anarkis. Kritik itu perlu, tapi juga harus memberi solusi. Kritik yang membangun itu harus punya substansi,” ujar Agustiar menekankan pentingnya substansi dalam setiap kritik yang disampaikan.

Gubernur Agustiar juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah senantiasa membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Ia berharap agar pola komunikasi yang baik antara pemerintah dan generasi muda dapat terus terjalin, sehingga tercipta hubungan yang produktif untuk kemajuan daerah.

“Mahasiswa adalah mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan. Pendapat mereka penting bagi kami, karena mereka adalah bagian dari masyarakat yang akan merasakan dampak dari kebijakan yang kami ambil,” jelas Agustiar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalteng juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan pemerintahan secara transparan dan responsif terhadap aspirasi publik. Ia mengajak mahasiswa untuk terus aktif terlibat dalam diskusi dan forum-forum konstruktif yang dapat mendorong kemajuan daerah.

Pasang Iklan

“Kami selalu siap menerima masukan dari mahasiswa. Yang penting adalah kita menjaga demokrasi yang sehat dan saling menghargai satu sama lain,” tutup Agustiar.

Dengan pola komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang sehat, Agustiar berharap mahasiswa dapat terus berperan aktif dalam mengawal pembangunan daerah dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kemajuan Kalimantan Tengah.

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran