INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah masih menyelesaikan penataan sejumlah venue dan mengecek kesiapan fasilitas menjelang pelaksanaan yang direncanakan pada November 2026.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, meninjau sejumlah venue pertandingan di Pangkalan Bun, Rabu, 7 Oktober 2026. Dari hasil peninjauan tersebut, ia menyebut secara umum fasilitas yang disiapkan sudah dalam kondisi baik.
“Secara umum, fasilitasnya sudah siap dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng, Agus Siswadi mengatakan, pekerjaan saat ini berfokus pada penyelesaian bagian yang belum rampung, penataan, serta pemeriksaan fasilitas. Pengecekan dilakukan agar seluruh venue bisa digunakan sesuai kebutuhan pertandingan.
“Progresnya sudah sekitar 90 persen. Saat ini tinggal penataan dan penyelesaian beberapa bagian. Kami juga terus melakukan pengecekan untuk memastikan perkembangan pekerjaannya sesuai target,” kata Agus.
Sebagian besar pertandingan akan dipusatkan di kawasan sports center. Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain venue sepak bola, atletik, bola voli, futsal, bola basket, motocross, dan skateboard, serta cabang olahraga lainnya.
Porprov XIII diperkirakan diikuti lebih dari 6.000 atlet yang bertanding pada sekitar 32 cabang olahraga. Jadwal pelaksanaan masih mempertimbangkan kondisi cuaca dan kesiapan akhir sarana pendukung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, Rody Iskandar menjelaskan, pemerintah kabupaten terus memaksimalkan persiapan sebagai tuan rumah. Salah satu tantangan yang dihadapi ialah kabut asap dan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan.
“Karena Kobar ditetapkan sebagai tuan rumah, tentunya kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Meskipun saat ini ada kendala terkait kabut asap dan kondisi cuaca, persiapan tetap kami maksimalkan,” ucapnya.
Pemkab Kobar juga telah menyampaikan informasi mengenai hotel, katering, dan fasilitas pendukung kepada seluruh kabupaten dan kota peserta. Informasi itu diharapkan membantu kontingen mengatur kebutuhan akomodasi selama mengikuti pertandingan.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, Porprov diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Pelaku UMKM, usaha kuliner, perhotelan, dan jasa wisata menjadi sejumlah sektor yang berpotensi memperoleh manfaat dari kedatangan atlet serta rombongan kontingen.
“Kami berharap pergerakan ekonomi dapat dirasakan mulai dari pelaku UMKM, usaha mikro dan menengah, hingga sektor perhotelan dan jasa wisata,” pungkasnya.
Editor: Andrian