website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Persatuan Modal Utama Kalteng Hadapi Dinamika

menegaskan kembali pentingnya menjunjung tinggi falsafah Huma Betang untuk menjaga persatuan dan kerukunan di Kalteng. IST

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah maraknya aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar usai menghadiri doa bersama lintas agama yang digelar oleh komunitas ojek online di kawasan Tugu Soekarno, Palangka Raya, Kamis malam, 4 September 2025.

Agustiar mengingatkan agar masyarakat menyalurkan aspirasi secara damai dan tidak mengganggu ketertiban umum, sehingga hak demokrasi dapat terlaksana dengan tertib dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. “Berdemokrasi boleh, tapi harus sesuai aturan. Jangan sampai aksi yang seharusnya menyuarakan aspirasi berubah menjadi tindakan anarkis,” tegas Gubernur.

Ia juga menekankan pentingnya mengamalkan falsafah Huma Betang, rumah adat suku Dayak yang sarat dengan makna persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Menurut Gubernur, filosofi Huma Betang bisa menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan sosial, terutama di tengah perbedaan pendapat maupun kepentingan yang sering kali memicu ketegangan di masyarakat.

“Falsafah Huma Betang harus kita junjung, karena hanya dengan persatuan dan kebersamaan kita bisa menjaga keharmonisan di Kalteng,” ujar Agustiar. Ia menilai penerapan nilai-nilai Huma Betang sangat penting untuk meredam potensi konflik dan menjaga agar masyarakat tetap kompak meskipun terjadi perbedaan pandangan.

Pasang Iklan

Dalam kesempatan itu, Agustiar juga memberikan apresiasi kepada komunitas ojek online (ojol) yang menggelar doa bersama untuk mendoakan rekan mereka yang baru saja meninggal dunia. Ia menyebutkan bahwa aksi tersebut adalah contoh nyata bahwa solidaritas dan kebersamaan dapat diwujudkan tanpa menimbulkan kegaduhan. “Kebersamaan dan kepedulian teman-teman ojol menjadi teladan bagi masyarakat bagaimana menjaga persaudaraan di tengah perbedaan,” katanya.

Gubernur juga menegaskan bahwa nilai kebersamaan ini harus diterapkan tidak hanya dalam komunitas tertentu, tetapi di seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Tengah. Ia berharap agar semua pihak, termasuk pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan komunitas warga, dapat bersinergi menjaga kerukunan dan toleransi di daerah ini.

“Masyarakat Kalimantan Tengah harus bisa menunjukkan contoh kebersamaan, saling menghargai, dan menghormati perbedaan. Itu yang akan membuat Kalteng tetap damai dan harmonis,” ujar Agustiar. Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang tercermin dalam falsafah Huma Betang akan menjadi penuntun bagi masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang damai.

Agustiar menutup pernyataannya dengan pesan agar setiap aspirasi dan kritik sosial tetap disampaikan secara santun dan damai. Ia menegaskan, meskipun kritik sosial merupakan bagian dari demokrasi, penyampaiannya harus dilakukan dengan cara yang tidak merusak ketertiban dan persatuan masyarakat. “Persatuan adalah modal utama Kalteng dalam menghadapi dinamika sosial dan politik, sekaligus menjaga Kalteng tetap aman dan harmonis,” pungkas Gubernur.

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran