INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun 2025 dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng belum lama ini.
Edy menjelaskan bahwa kondisi jalan provinsi di Kalteng saat ini sebagian besar sudah berada dalam kondisi mantap.
Ia menyebutkan, persentase jalan provinsi yang berstatus mantap telah mencapai 87,33 persen dari total panjang jalan sekitar 1.275,60 kilometer.
“Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan terus berjalan,” ujarnya
Beberapa ruas jalan strategis yang telah mengalami peningkatan antara lain Jalan Bukit Liti-Bawan, akses Palangka Raya-Kuala Kurun, Jalan Lingkar Luar Selatan Sampit, serta ruas Simpang Pundu-Tumbang Samba.
Menurutnya, peningkatan sejumlah ruas jalan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalteng.
“Peningkatan ruas-ruas strategis itu menjadi bukti nyata upaya memperkuat konektivitas antarwilayah,” katanya.
Selain jalan provinsi, kondisi jalan nasional di wilayah Kalteng juga mengalami peningkatan.
Edy menjelaskan bahwa jalan nasional dengan kondisi mantap saat ini mencapai 82,30 persen dari total panjang sekitar 2.094,29 kilometer.
“Untuk jalan nasional, kondisi mantap sudah mencapai 82,30 persen dari total panjang 2.094,29 kilometer,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Akses jalan yang lebih baik akan membantu memperlancar distribusi barang dan jasa antarwilayah,” tutur Edy.
Dengan pembangunan jalan yang terus dilakukan, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Andrian