INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menyusun langkah penguatan penanggulangan bencana berbasis data melalui Kajian Risiko Bencana (KRB) dan perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Kedua instrumen tersebut diharapkan menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan mitigasi bencana yang lebih tepat sasaran.
Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah Provinsi Kalteng Tahun 2026 di Aula Kantor BPB-PK Provinsi Kalteng, Rabu, 1 Juli 2026.
Kegiatan dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, yang membacakan sambutan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting sebagai bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, khususnya di Kalimantan Tengah,” kata Yuas.
Ia menjelaskan, penanggulangan bencana merupakan salah satu urusan pemerintahan yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota agar upaya mitigasi berjalan lebih efektif.
Menurutnya, penyusunan Kajian Risiko Bencana dan Indeks Ketahanan Daerah menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan penanggulangan bencana yang mengacu pada kondisi riil di lapangan.
“Hasil kajian tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai tingkat ancaman, kerentanan, kapasitas, dan ketahanan daerah sehingga menjadi acuan dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membangun ketangguhan Provinsi Kalimantan Tengah dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Yuas juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam menyusun strategi penanggulangan bencana yang lebih baik.
“Melalui kolaborasi dan sinergi yang semakin baik, kita optimistis dapat mewujudkan Kalimantan Tengah yang tangguh terhadap bencana sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Tengah yang semakin Berkah, Maju, dan Sejahtera,” tuturnya.
Sosialisasi yang berlangsung pada 1-2 Juli 2026 itu diikuti sekitar 66 peserta dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, perangkat daerah, instansi terkait, akademisi, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan. Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB.
Editor: Andrian