website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Pastikan Penerima KHBS Tetap Bisa Kuliah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, M. Reza Prabowo saat diwawancarai usai penutupan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Kalteng. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan, masyarakat kurang mampu yang telah memiliki Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) tetap menjadi prioritas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami efisiensi.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo mengatakan, kebijakan itu merupakan arahan langsung Gubernur Agustiar Sabran agar tidak ada anak dari keluarga kurang mampu yang gagal kuliah karena terkendala biaya.

“Sebelum operasi saya juga menyampaikan pesan-pesan bahwa Pak Gubernur menginginkan intinya jangan sampai pemilik Kartu Huma Betang Sejahtera tidak bisa kuliah. Karena orang yang memiliki kartu itu sudah diverifikasi dan divalidasi. Mereka memang betul-betul tidak mampu,” kata Reza usai penutupan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Kalteng di Palangka Raya, belum lama ini.

Reza menjelaskan, proses verifikasi dan validasi menjadi dasar pemerintah dalam menentukan penerima bantuan pendidikan agar penyalurannya tepat sasaran.

Pasang Iklan

Di sisi lain, Pemprov Kalteng masih memiliki tanggungan bantuan pendidikan yang harus diselesaikan. Saat ini, jumlah penerima yang masih menjadi tanggungan pemerintah provinsi mencapai lebih dari 2.500 mahasiswa.

“Tugas kita tahun ini adalah menyelesaikan tanggungan pemerintah provinsi yang sebelumnya sekitar 3.060 penerima. Setelah dikurangi yang lulus, berhenti, dan sebagainya, tersisa sekitar 2.500 lebih yang menjadi tanggungan kita,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyelesaian bantuan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah yang saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Meski demikian, kata Reza, Gubernur Kalteng tetap memiliki komitmen untuk memperluas penerima bantuan pendidikan apabila kondisi fiskal daerah kembali membaik.

“Kalau kemampuan keuangan daerah mampu, Gubernur Kalteng punya keinginan yang sangat besar. Bahkan kalau bisa, penerimanya lebih banyak lagi. Tetapi kondisi kemampuan daerah kita sekarang tidak seperti dulu karena adanya efisiensi,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah akan menerapkan skala prioritas dalam penyaluran bantuan pendidikan. Kelompok masyarakat yang benar-benar tidak mampu tetap menjadi perhatian utama agar tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Pasang Iklan

“Mau tidak mau kita harus bersabar, tetapi skala prioritas tetap harus dilakukan. Yang memang betul-betul tidak mampu harus bisa kuliah. Jangan sampai mereka tidak bisa kuliah,” pungkasnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!