website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Gelar GPM di Palangka Raya, Warga Padati Lokasi Demi Harga Pangan Lebih Murah

Warga mengantre sejak pagi untuk mendapatkan sembako murah pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Palangka Raya, Minggu (3/8/2025). ist

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Palangka Raya untuk menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok dan menjaga daya beli masyarakat, Minggu (3/8/2025).

Program tersebut mendapat sambutan luas dari warga. Sejak pagi, antrean panjang terlihat di area pelaksanaan GPM. Banyak warga datang dengan harapan bisa mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasaran.

GPM menyediakan sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, telur, serta berbagai kebutuhan harian lainnya. Selisih harga 15–30 persen dibandingkan toko modern menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat.

Pemerintah daerah menyebut GPM bukan sekadar pasar murah, tetapi bagian dari strategi stabilisasi pangan menjelang periode libur panjang akhir tahun yang sering memicu gejolak harga di pasaran.

Pasang Iklan

Pemprov juga menggandeng Badan Pangan Nasional, Bulog, distributor, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan komoditas. Kolaborasi ini dianggap penting agar pasokan tidak terputus meski permintaan meningkat.

Seorang pejabat yang mewakili Pemprov menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menghindari lonjakan harga pangan yang berdampak langsung pada kelompok berpendapatan rendah.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mengakses pangan dengan harga wajar tanpa harus menunggu situasi harga memburuk terlebih dahulu,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Warga mengaku terbantu dengan kegiatan ini. Banyak ibu rumah tangga menilai efisiensi pengeluaran cukup signifikan, terutama untuk komoditas utama seperti beras dan minyak goreng.

Para pekerja harian dan pegawai kontrak juga terlihat mendominasi kerumunan. Mereka menyatakan program ini membantu menjaga kestabilan kebutuhan rumah tangga di tengah pendapatan yang tidak selalu meningkat.

Selain transaksi belanja, pemerintah juga memanfaatkan GPM untuk menyampaikan edukasi tentang diversifikasi pangan melalui konsumsi produk lokal seperti singkong, jagung, dan sagu.

Pasang Iklan

Materi edukasi itu bertujuan mengurangi ketergantungan berlebihan pada beras yang selama ini menjadi faktor sensitif terhadap inflasi dan volatilitas harga komoditas nasional.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menegaskan bahwa pola pasar murah akan terus digelar secara berkala, dengan penyesuaian lokasi menyesuaikan perkembangan harga di setiap wilayah.

Jika indeks harga menunjukkan kenaikan signifikan di kabupaten lain, GPM dapat dipindahkan atau digelar paralel sebagai langkah cepat stabilisasi harga.

Pemprov memastikan program ini bukan hanya kegiatan temporer, melainkan bagian dari kebijakan jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial.

Pelaksanaan GPM di Palangka Raya menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah memprioritaskan perlindungan masyarakat di sektor pangan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Program serupa direncanakan kembali digelar hingga akhir 2025 apabila dinamika harga masih fluktuatif dan daya beli masyarakat perlu dipertahankan.

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran