INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa dalam mewujudkan target pembangunan sektor air minum dan sanitasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Air Minum dan Sanitasi se-Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang digelar di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Provinsi Kalteng, Senin pagi.
Menurut Leonard, pembangunan sektor air minum dan sanitasi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Air minum dan sanitasi adalah hak dasar warga. Pencapaiannya harus direncanakan dan dianggarkan secara matang,” ujar Leonard dalam sambutannya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalteng 2025–2029, terdapat sejumlah target strategis.
Di antaranya, akses rumah tangga perkotaan terhadap air siap minum perpipaan sebesar 50 persen, akses sanitasi aman 20 persen, serta layanan pengumpulan sampah bagi 40 persen rumah tangga.
Selain itu, timbulan sampah yang diolah di fasilitas pengolahan ditargetkan mencapai 23,80 persen.
Leonard menekankan bahwa pencapaian target tersebut tidak bisa terwujud tanpa dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota.
“Target provinsi harus diturunkan ke tingkat daerah. Dengan begitu, arah pembangunan bisa selaras dengan RPJMN sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain perencanaan, dukungan anggaran juga menjadi fokus utama. Leonard meminta agar APBD kabupaten/kota dan APBDes memberi ruang memadai untuk program air minum dan sanitasi.
“Pendanaan tidak hanya untuk membangun sarana, tapi juga memastikan keberlanjutan melalui operasi dan pemeliharaan. Tanpa itu, pembangunan tidak akan bertahan lama,” tegasnya.
Ia juga mendorong integrasi pendanaan dari berbagai sumber, termasuk APBN, APBD, dana hibah, Corporate Social Responsibility (CSR), hingga partisipasi masyarakat.
“Kita harus membuka peluang kolaborasi dengan semua pihak agar pembiayaan pembangunan lebih kuat dan tidak hanya mengandalkan satu sumber,” jelas Leonard.
Di akhir sambutannya, Leonard mengingatkan agar infrastruktur yang telah dibangun tidak dibiarkan terbengkalai.
“Optimalisasi infrastruktur pelayanan dasar adalah kunci. Jangan sampai yang sudah dibangun tidak termanfaatkan dengan baik, karena manfaatnya harus dirasakan luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Redha | Editor: Andrian