INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan potensi lokal dan penguatan kearifan komunitas. Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, saat menghadiri Talk Show Kolaborasi bertema “Penguatan Ekonomi Daerah Berbasis Lokal dan Kearifan Komunitas” yang digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palangka Raya di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (29/9).
Dalam sambutannya, Leonard menekankan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan perekonomian daerah yang berkelanjutan. Menurut dia, kerja sama lintas sektor harus diperkuat agar pengembangan ekonomi lokal berjalan efektif.
“Untuk mewujudkan perekonomian daerah yang berbasis lokal, diperlukan kolaborasi yang kuat. Kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan,” ujarnya.
Leonard menjelaskan bahwa Pemprov Kalteng berkomitmen membuka akses permodalan bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Akses ini diharapkan mendorong tumbuhnya usaha produktif di pedesaan maupun perkotaan.
Selain itu, pemerintah daerah mempermudah proses perizinan usaha melalui layanan digital dan penyederhanaan prosedur. Upaya ini memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memulai dan mengembangkan usaha.
Pelatihan teknis dan manajemen sesuai kebutuhan lokal juga akan diperkuat untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi agar mampu bersaing di pasar yang kompetitif.
Menurut Leonard, penguatan potensi lokal tidak hanya mencakup pengembangan produk, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Talk show tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya diskursus mengenai strategi pembangunan ekonomi daerah yang relevan dengan kondisi lapangan.
“Melalui dialog konstruktif, diharapkan lahir ide-ide segar untuk mengintegrasikan potensi lokal dan kearifan komunitas menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Leonard.
Ia menambahkan, masukan dari akademisi, praktisi, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi yang berpihak pada masyarakat.
Leonard menilai ISEI memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran dan kajian terhadap dinamika ekonomi daerah.
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas intelektual menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan ekonomi yang adaptif dan berbasis data.
Ia juga menegaskan pembangunan ekonomi daerah harus selaras dengan karakter sosial-budaya masyarakat Kalimantan Tengah agar manfaatnya dapat dirasakan merata.
Dengan pendekatan tersebut, Leonard berharap pengembangan ekonomi berbasis lokal dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak memperkuat jejaring kerja dan mengoptimalkan potensi unggulan daerah melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Leonard menegaskan Pemprov Kalteng akan terus mendukung inovasi dan kolaborasi demi terwujudnya perekonomian daerah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Penulis: Redha | Editor: Andrian