website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemkab Katingan Gelar Bimtek Penyusunan Peta Resiko, Susun Mitigasi yang Lebih Efektif

Asisten III Sekda Katingan Evie Silvia Baboe saat memberikan sambutannya di hadapan peserta bimtek. (Bitro)

INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) dan pendampingan penyusunan Risk Register/Peta Resiko, bertempat di Gedung Aula Bappelitbang. Kegiatan dilaksanakan dari 18 hingga 19 Februari 2025.

Dalam sambutannya Pj Sekda Katingan Deddy Ferras yang diwakili oleh Asisten III Sekda Katingan Evie Silvia Baboe menyampaikan, dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif, efisien, dan andal, serta untuk mewujudkan akuntabilitas dan transparansi.

“Risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses dan dapat berupa ancaman, tantangan, atau ketidak pastian yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, pengelolaan risiko yang efektif dan komprehensif menjadi suatu keharusan bagi setiap instansi pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya salah satu instrumen penting dalam pengelolaan risiko adalah penyusunan peta risiko. Merupakan visualisasi dari identifikasi, analisis, dan evaluasi yang dihadapi oleh suatu organisasi. Manajemen risiko bertujuan untuk mengelola yang dapat menghambat pencapaian tujuan pembangunan.

Pasang Iklan

“Proses ini melibatkan identifikasi sumber risiko, pemantauan, dan mitigasi risiko melalui langkah-langkah strategis. Dalam pembangunan daerah, risiko dapat berupa bencana alam, ketidakstabilan ekonomi, atau hambatan sosial-politik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa manajemen risiko juga membantu meningkatkan kinerja organisasi atau pemerintah daerah dengan menyediakan informasi tentang tingkat risiko yang dituangkan dalam peta risiko. Informasi ini berguna untuk pengembangan strategi dan perbaikan proses secara berkelanjutan.

“Mengapa peta risiko itu penting?, bukan sekadar dokumen formalitas. Ia adalah kompas yang akan menuntun kita dalam mengarungi kompleksitas tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Bayangkan sebuah perjalanan tanpa peta. Kita mungkin akan tersesat, salah arah, atau bahkan menghadapi bahaya yang tak terduga. Begitu pula dalam pekerjaan kita,” jelasnya.

Ia juga manegaskan bahwa tanpa peta risiko, rentan terhadap berbagai masalah yang dapat menghambat pencapaian tujuan. Dengan peta risiko, dapat memahami risiko lebih baik mengidentifikasi potensi yang mungkin terjadi dalam setiap kegiatan.

“Prioritaskan tindaka menentukan risiko mana yang paling signifikan dan memerlukan perhatian lebih untuk mengembangkan strategi untuk mengurangi dampak risiko jika terjadi membuat keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat dan komprehensif,” tegasnya.

Ia juga menyebut setelah melakukan penilaian mandiri maturitas SPIP tahun 2024 dan setelah dilakukan evaluasi oleh BPKP perwakilan memperoleh 2,940 atau turun sebesar 0,035 dari nilai SPIP tahun 2023 sebesar 2,975.

Pasang Iklan

Untuk terus meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, Pemkab Katingan melihat data dari hasil penilaian yang telah dilakukan. Melihat telah terjadi adanya tren penurunan hasil evaluasi dibandingkan dengan penilaian mandiri dan penjaminan kualitas.

Lanjutnya sebagai contohnya, pada maturitas penyelenggaraan SPIP, terjadi penurunan sebesar (0,722) poin dari hasil penilaian mandiri ke hasil evaluasi.

Hal serupa juga terjadi pada manajemen risiko indeks (MRI) dengan penurunan sebesar (1,045) poin, dan indeks efektivitas pengendalian korupsi (IEPKi) dengan penurunan sebesar (0,914) poin. Data ini mengindikasikan bahwa terdapat kesenjangan antara penilaian yang dilakukan secara internal dengan hasil evaluasi yang lebih komprehensif.

“Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya objektivitas dalam penilaian mandiri, perbedaan interpretasi terhadap standar dan kriteria penilaian, atau adanya perubahan kondisi dan lingkungan yang mempengaruhi risiko,” sebutnya.

Dirinya juga mengungkapkan penting untuk memahami akar permasalahan dari kesenjangan ini dan mencari solusi yang tepat untuk memperbaikinya.

Bimtek tersebut digelar sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola risiko, sehingga dapat melakukan penilaian yang lebih akurat, merencanakan mitigasi yang lebih efektif, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Pasang Iklan

“Kita dapat meminimalkan dampak negatif dari risiko dan mencapai tujuan organisasi dengan lebih optimal. Mari kita jadikan data ini sebagai bahan refleksi dan motivasi untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pengelolaan risiko di lingkungan kerja kita masing-masing,” pungkasnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan