INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin, mendorong penguatan pembinaan olahraga bola voli di daerah. Menurut dia, cabang olahraga tersebut memiliki basis peminat yang luas dan berpotensi menjadi salah satu sumber prestasi olahraga Kalimantan Tengah.
Riska mengatakan pengembangan bola voli membutuhkan pembinaan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Program tersebut, kata dia, perlu diarahkan untuk menemukan serta mengembangkan atlet potensial sejak usia dini.
“Pembinaan yang terarah dan dukungan yang memadai sangat diperlukan agar bibit-bibit atlet berbakat dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Riska, Rabu (15/7/2026).
Menurut Riska, Kalimantan Tengah memiliki cukup banyak anak muda yang berpotensi menjadi atlet bola voli. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan sistem pembinaan yang konsisten agar kemampuan mereka dapat berkembang secara optimal.
Ia menilai pembinaan tidak dapat hanya dilakukan ketika akan menghadapi kejuaraan. Atlet membutuhkan program latihan yang berkesinambungan, pelatih yang kompeten, serta kesempatan bertanding untuk mengukur perkembangan kemampuan.
Karena itu, Riska mendorong pemerintah dan organisasi olahraga terkait memperbanyak kompetisi bola voli di berbagai tingkatan. Turnamen daerah dapat menjadi sarana untuk menjaring pemain potensial sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada atlet muda.
Kompetisi yang rutin, menurut dia, juga dapat menciptakan iklim olahraga yang lebih hidup. Atlet memiliki kesempatan mengasah kemampuan, sedangkan pelatih dapat memantau perkembangan pemain yang memiliki prospek untuk dibina lebih lanjut.
Selain pembinaan, Riska menyoroti kebutuhan terhadap fasilitas olahraga. Lapangan dan sarana latihan yang memadai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung peningkatan kualitas atlet.
Ia berharap pembangunan dan pemeliharaan fasilitas olahraga mendapat perhatian sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Sarana yang layak akan membuat atlet dapat menjalani latihan secara lebih nyaman dan terarah.
Riska juga mengingatkan bahwa olahraga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar mengejar prestasi. Aktivitas olahraga dapat menjadi ruang untuk membentuk karakter generasi muda, termasuk kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Menurut dia, nilai-nilai tersebut penting untuk ditanamkan sejak seseorang mulai mengenal dunia olahraga. Dengan demikian, atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki sikap yang baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.
Di sisi lain, perkembangan bola voli dapat memperkuat hubungan sosial masyarakat. Kegiatan pertandingan mampu mempertemukan berbagai kelompok, mulai dari pelajar, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum dalam suasana kompetitif yang tetap menjunjung sportivitas.
Riska mengatakan dukungan terhadap olahraga juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, DPRD, organisasi olahraga, sekolah, komunitas, pelatih, orang tua, dan masyarakat perlu membangun kerja sama agar proses pembinaan berjalan lebih efektif.
Ia berharap perhatian terhadap bola voli tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan fasilitas, serta kompetisi berjenjang perlu ditempatkan sebagai satu rangkaian program untuk membangun prestasi olahraga daerah.
“Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencintai dan memajukan olahraga di tanah kelahiran kita,” pungkas Riska.