INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk Kota Palangka Raya, mulai berdampak pada fasilitas umum.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, hingga kini pemerintah kota belum menerima penjelasan resmi mengenai penyebab pemadaman yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Ya, kami juga belum mengetahui secara jelas penyebab pemadaman listrik saat ini. Ada apa? Kenapa jadi pemadaman bergilir seperti ini?” katanya, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat akibat pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, PLN diminta segera memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan langkah penanganan yang sedang dilakukan.
“Kami juga berharap pihak yang berwenang, yaitu PLN, bisa menjelaskan alasannya. Nanti kita cari tahu dulu apa yang terjadi, khususnya di Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Fairid menuturkan, dampak yang paling dirasakan pemerintah kota bukan hanya padamnya listrik, tetapi juga naik turunnya tegangan listrik yang memengaruhi peralatan elektronik, termasuk sistem penerangan jalan.
“Yang terasa di kita ini adalah voltase naik turun. Penerangan Jalan Umum (PJU) akhirnya jeglek,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah lampu PJU dilaporkan tidak kembali menyala setelah aliran listrik pulih. Hal itu terjadi karena sistem pengatur waktu pada lampu jalan kembali ke pengaturan awal.
“Setelah timernya reset ulang, akhirnya mati,” jelas Fairid.
Ia menegaskan Pemko Palangka Raya masih menunggu penjelasan resmi dari PLN terkait penyebab maupun solusi atas pemadaman listrik bergilir tersebut.
Fairid juga mengungkapkan bahwa pembahasan dengan PLN akan dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya. Selain membahas gangguan listrik, pertemuan itu juga akan membicarakan penataan kabel utilitas di sejumlah ruas jalan.
“Itu Satpol PP yang nantinya akan memanggil sekalian dengan perapian kabel Kota Palangka Raya juga,” pungkasnya.
Editor: Andrian