INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Upaya meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan rasa percaya diri siswa terus dilakukan oleh SMAIT Hasanka Boarding School Palangka Raya. Bersama mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, sekolah tersebut menggelar pelatihan muhadarah atau pidato tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa magang dan guru pembimbing lapangan. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang mampu berkomunikasi dengan baik, percaya diri, dan berwawasan luas, terutama dalam menyampaikan gagasan di depan publik.
MePara siswa SMAIT Hasanka Boarding School Palangka Raya bersama mahasiswa magang UIN Palangka Raya berfoto usai pelatihan muhadarah tiga bahasa. (IST)nurut guru pembimbing SMAIT Hasanka, Ustadz Ichlasul Amal, S.Pd., ide pelatihan ini berawal dari hasil observasi mahasiswa magang yang melihat sebagian siswa masih belum percaya diri saat berpidato. Banyak di antara mereka masih bergantung pada teks dan belum lancar dalam menyampaikan isi pidato secara alami.
“Ide ini sangat bagus. Memang saya sering melihat beberapa siswa masih malu-malu dan terpaku pada teks saat berpidato. Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap mereka bisa lebih berani dan terbiasa berbicara tanpa ketergantungan pada naskah,” ujar Ustadz Ichlasul.
Ia juga menyarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin. “Latihan seperti ini sebaiknya dilaksanakan setiap Jumat pagi sebelum muhadarah. Mahasiswa bisa membantu melatih pengucapan dan menumbuhkan kepercayaan diri siswa,” tambahnya.
Empat mahasiswa UIN Palangka Raya yang terlibat aktif dalam kegiatan ini adalah Fatimah Syarifani, Muhammad Aulia, Nurul Hikmah, dan Ikhwannur Faidzin Pramudya. Mereka bekerja sama dengan guru pembimbing dalam menyiapkan strategi pelatihan, mulai dari observasi kemampuan awal siswa hingga sesi praktik langsung.
Materi pelatihan mencakup teknik vokal, intonasi, ekspresi, hingga penguasaan panggung. Mahasiswa juga memberikan contoh penyampaian pidato dan membantu siswa memperbaiki cara berbicara agar lebih lancar dan meyakinkan.
Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi dan menunjukkan peningkatan signifikan dari waktu ke waktu. Mereka mulai berani tampil tanpa melihat teks dan lebih mampu menyusun kalimat dengan runtut.
Menurut Ustadz Ichlasul, kegiatan ini memberi dampak positif yang besar terhadap mutu kegiatan muhadarah di sekolah. “Mahasiswa magang dari UIN Palangka Raya sangat membantu. Program ini relevan dengan kebutuhan siswa dan hasilnya nyata,” uj.
Untuk menjaga keberlanjutan program, pihak sekolah dan mahasiswa sepakat membuat beberapa rekomendasi, di antaranya pelatihan rutin meski program magang berakhir, pembentukan tim kecil pelatih dari siswa, serta pengembangan media pembelajaran berupa video, panduan naskah, dan modul pidato tiga bahasa.
Dukungan juga datang dari Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Palangka Raya, Aulia Mustika Ilmiani, S.Pd., yang menilai kegiatan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus memberi manfaat bagi sekolah.
Melalui program pelatihan muhadarah ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga membantu mencetak generasi muda yang percaya diri, komunikatif, dan mampu membawa nilai-nilai edukatif dalam setiap kesempatan berbicara di depan umum.
Editor : Andrian