INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan Kalimantan Tengah. Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Noor Fazariah Kamayanti, menilai potensi pertanian Kapuas perlu didukung dengan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan.
Panen raya yang berlangsung Rabu (8/7/2026) tersebut mencakup lahan seluas 25.817 hektare. Noor menilai luas areal pertanian itu menunjukkan Kapuas memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kalimantan Tengah.
“Panen raya ini menunjukkan bahwa Kapuas memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Kami di DPRD tentu akan terus mendukung berbagai program yang berpihak kepada petani,” ujar Noor.
Menurut dia, dukungan terhadap petani tidak boleh berhenti pada saat panen. Pemerintah perlu memastikan kebutuhan petani terpenuhi sejak tahap persiapan lahan, produksi, hingga pemasaran hasil pertanian.
Noor mengatakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Jaringan irigasi, akses menuju lahan pertanian, serta sarana pendukung produksi harus tersedia secara memadai agar aktivitas petani berjalan lebih efektif.
Selain infrastruktur, ketersediaan alat dan mesin pertanian juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas. Bantuan tersebut, kata Noor, perlu disalurkan secara tepat sasaran dengan menyesuaikan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.
Sebagai anggota DPRD Kalteng dari daerah pemilihan Kapuas dan Pulang Pisau, Noor mengatakan pengembangan sektor pertanian harus menjadi agenda jangka panjang. Potensi lahan yang tersedia perlu dikelola secara optimal dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, petani, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai persoalan pertanian dapat ditangani secara terpadu, mulai dari sektor produksi hingga pemasaran.
Menurut Noor, peningkatan produksi pertanian belum cukup jika petani masih menghadapi kendala dalam memasarkan hasil panen. Kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan peningkatan produktivitas turut berdampak terhadap pendapatan petani.
Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat rantai distribusi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus memberikan kepastian bagi petani.
Noor menilai sektor pertanian memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah. Selain memenuhi kebutuhan pangan, sektor tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.
Menurutnya, keberhasilan panen raya di Kapuas tidak hanya menjadi capaian bagi petani setempat. Produksi pangan dari wilayah tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Kalimantan Tengah dalam mendukung ketahanan pangan dan program swasembada pangan nasional.
“Keberhasilan panen raya ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kapuas, tetapi juga menunjukkan kontribusi Kalteng dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” katanya.
Noor menegaskan dukungan terhadap petani harus dilakukan secara berkelanjutan. Penyediaan sarana produksi, penguatan jaringan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan dalam pemasaran perlu menjadi bagian dari kebijakan yang terintegrasi.
Ia berharap momentum panen raya tersebut menjadi pemacu bagi pemerintah untuk semakin serius mengembangkan potensi pertanian Kapuas. Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, sektor pertanian diharapkan semakin produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Tengah.
Editor : Maulana Kawit