website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Palangka Raya Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Pemicu dan Dampaknya untuk Karhutla

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sebagian wilayah Palangka Raya. (And)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa sore, 8 September 2026. Fenomena tersebut terjadi di tengah periode musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan Sidiq, mengatakan hujan yang turun masih tergolong normal meski saat ini wilayah Kalteng berada pada periode kemarau.

Berdasarkan pemantauan BMKG, hujan intensitas ringan hingga sedang terjadi di wilayah Kecamatan Bukit Batu bagian selatan, Jekan Raya dan Pahandut bagian utara.

“Musim kemarau itu bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Tetap ada hujan, namun intensitasnya tidak sebesar dan kuantitasnya tidak sebanyak ketika musim hujan,” ujar Ihsan saat diwawancarai Intimnews, Selasa, 8 September 2026.

Pasang Iklan

Hujan yang mengguyur Palangka Raya hari ini juga terukur cukup signifikan di salah satu alat pengamatan BMKG. Data dari Automatic Rain Gauge (ARG) Jekan Raya mencatat curah hujan mencapai 26 milimeter.

whatsapp image 2026 09 08 at 18.14.04
Pantauan wilayah yang diguyur hujan dari citra radar cuaca BMKG. (Dok. untuk Intimnews)

Menurut Ihsan, hujan tersebut dipengaruhi sejumlah kondisi atmosfer yang sedang terjadi di wilayah Kalteng. Salah satunya adalah aktifnya gelombang Rossby ekuatorial.

Selain itu, BMKG juga memantau adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalteng yang turut mendukung terbentuknya awan hujan.

Kondisi tersebut diperkuat dengan kelembapan udara yang cukup basah serta labilitas atmosfer lokal yang labil di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

“Pada hari ini ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya hujan, seperti aktifnya gelombang Rossby ekuatorial, daerah belokan angin dan konvergensi yang juga terpantau di wilayah Kalimantan Tengah, didukung kelembapan udara yang cukup basah dan labilitas lokal yang labil di beberapa wilayah,” jelasnya.

Selain memberikan kesejukan, hujan yang turun juga berpotensi membantu mengurangi kondisi kering di permukaan tanah yang berkaitan dengan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pasang Iklan

Ihsan mengatakan, berdasarkan parameter cuaca yang digunakan untuk melihat potensi kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah sekitar 1-2 sentimeter, kondisi Kota Palangka Raya pada hari ini diprediksi masih dalam kategori aman.

“Harapannya potensi hujan yang akan terjadi dapat mendinginkan kondisi lapisan atas permukaan tanahnya untuk hari ini,” katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti ancaman karhutla telah sepenuhnya hilang.

BMKG memprediksi lapisan permukaan atas tanah di wilayah Kota Palangka Raya pada hari berikutnya berada dalam kondisi sangat mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk hari berikutnya wilayah Kota Palangka Raya lapisan permukaan atas tanahnya diprediksi sangat mudah terbakar, sehingga tetap perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya,” ujar Ihsan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap turunnya hujan hari ini sebagai tanda berakhirnya periode rawan karhutla. Kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat dan permukaan tanah kembali mengering ketika hujan tidak berlanjut.

Dengan demikian, hujan yang mengguyur Palangka Raya menjadi fenomena yang masih wajar terjadi selama musim kemarau. Namun, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan, terutama ketika kondisi permukaan tanah kembali memasuki kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!