INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih menjadi ancaman bagi masyarakat, khususnya petani yang memiliki lahan di kawasan rawan kebakaran.
Titik api disebut masih bermunculan di sejumlah lokasi. Kondisi ini tidak hanya berdampak langsung terhadap lahan yang terbakar, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi sektor pertanian karena sejumlah lahan mengalami gangguan hingga berpotensi gagal panen.
Di tengah kondisi tersebut, Petrokimia Kayaku turut mengambil bagian dalam mendukung upaya pengendalian karhutla, khususnya di kawasan pertanian Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya.
Koordinator Petrokimia Kayaku wilayah Kalteng, Farid Agus, mengatakan bantuan perangkat pemadaman diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap petani yang terdampak karhutla.
Bantuan tersebut juga ditujukan sebagai langkah antisipasi pascapemadaman. Mengingat karakteristik lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan, upaya pencegahan kebakaran susulan dinilai penting dilakukan.
“Bantuan perangkat pemadaman ini merupakan bentuk dukungan kami kepada petani, khususnya dalam mengantisipasi kebakaran susulan di lahan gambut. Harapannya, api bisa dikendalikan sejak dini sehingga tidak meluas,” ujar Farid Agus.
Penyerahan bantuan dari Petrokimia Kayaku diwakili oleh Anang, Sukariono, Sameni dan Jhon kepada perwakilan petani di kawasan Petuk Ketimpun.
Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan penanganan awal apabila kembali ditemukan titik api di sekitar lahan pertanian. Kecepatan melakukan pemadaman dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Farid mengatakan, perhatian Petrokimia Kayaku terhadap sektor pertanian tidak hanya diberikan ketika petani melakukan kegiatan budidaya. Dalam situasi darurat seperti karhutla, perusahaan juga berupaya hadir memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Petrokimia Kayaku selalu berupaya hadir bersama petani, baik dalam kegiatan budidaya maupun ketika menghadapi kondisi seperti karhutla. Kami ingin terus memberikan solusi bagi sektor pertanian,” katanya.
Bagi petani di Petuk Ketimpun, keberadaan perangkat pemadaman menjadi tambahan dukungan untuk menghadapi ancaman kebakaran yang dapat sewaktu-waktu kembali muncul, terutama saat kondisi lahan kering dan cuaca masih mendukung penyebaran api.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi petani di Petuk Ketimpun, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu pengendalian kebakaran di kawasan pertanian sekitar yang membutuhkan dukungan peralatan.
Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan deteksi dan penanganan awal secara lebih cepat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan risiko karhutla dan melindungi lahan pertanian masyarakat di Palangka Raya. (**)
Editor: Andrian