website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kopdes Merah Putih Jangan Matikan Minimarket, DPRD Kalteng Minta Kajian

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto. (Ist)

INTIMENWS.COM, PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, meminta pemerintah mengkaji secara menyeluruh wacana pembatasan ekspansi minimarket di wilayah perdesaan yang dikaitkan dengan penguatan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Sugiyarto mengatakan kebijakan pengembangan koperasi desa seharusnya diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, bukan justru mematikan usaha ritel modern yang selama ini telah beroperasi dan menyerap tenaga kerja lokal.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kalteng itu, keberadaan jaringan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart tidak bisa begitu saja diabaikan. Sebab, usaha tersebut berdiri berdasarkan izin yang diberikan pemerintah daerah dan telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

“Mestinya harus ada solusi. Kalau hanya penutupan, Indomaret dan Alfamart kan diizinkan oleh pemerintah daerah. Kalau hanya ditutup, karyawan dan sebagainya tentu akan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat juga,” ujar Sugiyarto. Kamis 11 Juni 2026.

Pasang Iklan

Ia menilai Kopdes Merah Putih tidak semestinya ditempatkan sebagai pesaing langsung bagi pelaku usaha yang telah lebih dahulu hadir di masyarakat. Menurut dia, koperasi desa justru dapat mengambil peran sebagai pusat distribusi barang.

Dengan fungsi tersebut, Kopdes Merah Putih dapat memperpendek rantai pasok sekaligus membantu masyarakat memperoleh barang dengan harga yang lebih kompetitif.

“Kalau menurut saya tidak pas. Berdirinya Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan tidak mengganggu yang sudah ada di masyarakat. Kalau ini sudah ada kemudian ditutup, itu perlu dicermati, kalau memang benar akan dilakukan,” katanya.

Sugiyarto juga mengingatkan dampak ketenagakerjaan jika gerai minimarket benar-benar ditutup. Menurut dia, pemerintah perlu menghitung konsekuensi sosial dan ekonomi sebelum menerapkan kebijakan pembatasan terhadap usaha ritel modern.

“Di situ banyak tenaga kerja terserap. Sehingga kalau memang harus ditutup, perlu ditinjau kembali,” tegasnya.

Ia menjelaskan, konsep gerai Kopdes Merah Putih akan lebih bermanfaat apabila diarahkan sebagai bagian dari sistem distribusi. Barang yang masuk ke koperasi dapat disalurkan kepada berbagai pelaku usaha sehingga rantai perdagangan menjadi lebih pendek.

Pasang Iklan

“Tujuan gerai Koperasi Desa Merah Putih lebih kepada mempercepat perputaran roda ekonomi, artinya tidak lewat sana-sini. Gerai itu harus menyediakan semacam distributor sehingga harga ke retail juga sudah harga pasaran,” ujarnya.

Menurut Sugiyarto, model tersebut tidak hanya menguntungkan koperasi, tetapi juga dapat memberikan ruang bagi toko kelontong maupun jaringan minimarket untuk memperoleh pasokan.

“Kalau dianggap pesaing, ya mestinya bukan pesaing. Kalau bentuknya distributor, bukan pesaing. Toko-toko kecil bisa mengambil barang dari situ. Kalau perlu, Indomaret dan Alfamart juga mengambil dari situ. Dulu kan seperti itu,” katanya.

Ia mengatakan belum memperoleh informasi resmi mengenai rencana penutupan gerai Alfamart dan Indomaret sebagai konsekuensi dari kehadiran Kopdes Merah Putih. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak mengambil keputusan berdasarkan wacana yang belum memiliki kejelasan.

“Kalau ada wacana penutupan gerai Alfamart dan Indomaret karena kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, saya belum dengar. Tapi kalau ada, harus dikaji,” pungkas Sugiyarto.**

Editor  : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!