INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam Program Brigade Pangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan regenerasi petani muda.
Ajakan tersebut disampaikannya saat melakukan peninjauan lokasi panen padi di kawasan sentra pertanian Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, pada Minggu (13/7/2025).
Kegiatan ini juga diikuti oleh 30 mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dengan tema “Desa Tangguh untuk Masa Depan Berkelanjutan”.
Program Brigade Pangan sendiri merupakan inisiatif Kementerian Pertanian yang bertujuan melibatkan generasi muda dalam pengelolaan pertanian berbasis teknologi dan komunitas, guna mewujudkan swasembada pangan nasional.
Rendy menjelaskan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di desa berbasis pertanian menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan konsep dan semangat Brigade Pangan secara langsung di lapangan.
“Brigade Pangan tidak hanya mencetak petani muda tangguh, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Rendy.
Ia menyebutkan, pengalaman mahasiswa dalam kegiatan KKN di kawasan sentra pertanian seperti di Bataguh bisa menjadi inspirasi untuk melanjutkan kiprah di dunia pertanian yang semakin modern dan profesional.
Rendy juga mengimbau agar mahasiswa memanfaatkan waktu selama KKN untuk belajar dari para petani, menyerap ilmu praktis, serta memahami tantangan nyata dalam mengelola pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Selain menyampaikan arahan tentang Brigade Pangan, Rendy turut meninjau langsung kondisi panen padi dan mengevaluasi efektivitas bantuan pemerintah seperti benih, pupuk, dan alat mesin pertanian di lapangan.
Ia melakukan diskusi dengan petani setempat, khususnya dari Kelompok Tani Borneo Makmur, guna memastikan data produksi yang dilaporkan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Menurut Rendy, keterlibatan langsung pemerintah daerah dalam panen raya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kerja keras para petani di tengah tantangan ketahanan pangan global.
“Kehadiran kami di tengah petani bukan hanya simbolik, melainkan wujud apresiasi dan dorongan moral agar mereka terus berinovasi dan meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, validasi terhadap hasil panen sangat penting agar program dan bantuan pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan, serta menghindari ketidaksesuaian data.
Peninjauan tersebut juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan secara efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Dalam kunjungan itu, Rendy didampingi sejumlah pejabat dari lingkup Pemprov dan Pemkab, termasuk Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kalteng Irpan Rianto dan perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Fery Warta.
Turut hadir pula Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ita Susilawaty, Restuningsih, Sholeh Khamdani, Penyuluh Pertanian Provinsi Rihanae, penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Bataguh, serta Kepala Desa Terusan Makmur beserta perangkat desa.
(Redha/Maulana)