INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Persoalan fasilitas pendidikan kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). SDN 1 Batu Belaman, Kecamatan Kumai, kini menghadapi kekurangan empat ruang kelas akibat terus meningkatnya jumlah peserta didik dari tahun ke tahun, Sabtu (18/7/2026).
Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar belum berjalan secara ideal. Keterbatasan ruang belajar memaksa sekolah mencari berbagai solusi agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Muhammad Alamsyah, mengakui SDN 1 Batu Belaman saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Bertambahnya jumlah penduduk di sekitar sekolah menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah siswa.
“Sekolah saat ini hanya memiliki delapan ruang kelas. Padahal, agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, SDN 1 Batu Belaman membutuhkan sedikitnya 12 ruang kelas,” ujarnya.
Akibat keterbatasan tersebut, sebagian siswa masih harus belajar di bangunan sederhana hasil swadaya masyarakat. Fasilitas yang tersedia pun belum memadai karena belum dilengkapi meja, kursi, maupun sarana belajar yang layak.
Alamsyah menegaskan kondisi itu menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar. Pemerintah daerah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana pendidikan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Guru SDN 1 Batu Belaman, Hj Syarifah, mengatakan usulan pembangunan ruang kelas baru sebenarnya sudah diajukan sejak Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023 hingga 2024. “Namun hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi,” ungkapnya.
Selain persoalan ruang belajar, sekolah juga masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Hingga saat ini belum tersedia guru Pendidikan Agama Islam berstatus definitif sehingga proses pembelajaran masih mengandalkan guru honorer yang dibiayai pihak sekolah.
Sekretaris Desa Batu Belaman, Mahmudin, membenarkan jumlah penduduk di wilayahnya terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Kondisi itu membuat jumlah anak usia sekolah dasar ikut meningkat, sementara desa tersebut hanya memiliki satu sekolah dasar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi menjadikan pembangunan pendidikan sebagai prioritas. Mereka menilai penambahan empat ruang kelas di SDN 1 Batu Belaman bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi penting untuk menjamin setiap anak memperoleh hak belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian