INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memberikan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas pengungkapan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian ketiga anggota Polri yang meninggal dalam operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu pada Kamis, 2 Juli 2026 lalu.
Ketiga personel yang menerima kenaikan pangkat anumerta yakni, Ipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Aipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Kenaikan pangkat tersebut berlaku mulai 5 Juli 2026 berdasarkan Keputusan Kapolri.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, institusi Polri menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga personel yang bertugas memberantas peredaran narkoba.
“Polri menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga personel terbaik Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Mereka adalah Bhayangkara sejati yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ujar Johnny dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menegaskan, kenaikan pangkat anumerta menjadi bentuk penghargaan negara dan institusi Polri atas dedikasi serta pengabdian ketiga personel hingga akhir hayatnya.
“Penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta merupakan penghormatan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan,” katanya.
Selain memberikan penghargaan, Polri juga memastikan proses hukum atas insiden tersebut terus berjalan. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi saat operasi penggerebekan berlangsung.
“Polri berkomitmen mengusut secara profesional seluruh rangkaian peristiwa ini. Kami juga memastikan hak-hak keluarga para personel yang gugur dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada anggota yang telah mengabdikan diri hingga akhir hayatnya,” tegas Johnny.
Diketahui, insiden itu bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba berinisial BIO di Desa Tumbang Kalemei.
Saat proses penangkapan berlangsung, petugas mendapat perlawanan dari keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga yang menyerang menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan. Situasi yang semakin tidak terkendali menyebabkan tiga personel Polri gugur saat menjalankan tugas.
Editor: Andrian