INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Kalimantan Tengah (Kalteng), Hajrianor, menegaskan setiap kasus kematian warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan harus diselidiki secara menyeluruh.
Pernyataan itu disampaikan menyusul meninggalnya narapidana kasus pembunuhan, Anton Kurniawan, di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Minggu, 31 Mei dini hari.
Menurut Hajrianor, penyelidikan penting dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur penganiayaan maupun pelanggaran prosedur selama narapidana berada di dalam lapas.
“Kalau ada warga binaan meninggal, tentu harus dilakukan penyelidikan. Kalau ada dugaan penganiayaan atau hal lain, pasti perlu visum sebagai dasar pemeriksaan,” ujarnya saat dihubungi Intimnews.com, Senin, 1 Juni 2026.
Ia mengaku belum mengetahui secara detail kronologi kejadian maupun kemungkinan pelanggaran prosedur karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Meski begitu, Hajrianor menegaskan proses penyelidikan sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum, sementara pihak lapas dan Kanwil Kemenkum akan mengikuti proses yang berjalan.
Selain penyelidikan kepolisian, pihaknya juga memastikan pemeriksaan internal terhadap petugas lapas tetap dilakukan.
Menurutnya, evaluasi internal diperlukan untuk mengetahui apakah ada kelalaian atau penyimpangan prosedur yang terjadi di dalam lapas.
“Kalau nantinya ditemukan ada petugas yang melanggar SOP, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Anton Kurniawan diketahui merupakan mantan anggota Polresta Palangka Raya yang menjalani hukuman penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan sopir ekspedisi asal Banjarmasin, Budiman Arisandi.
Sebelum meninggal dunia, Anton sempat menjadi perhatian publik setelah diduga terlibat percobaan melarikan diri dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.
Dalam peristiwa itu, sempat muncul informasi adanya dugaan penyelundupan senjata api ke dalam lapas. Upaya pelarian tersebut berhasil digagalkan petugas dan Anton kemudian ditempatkan di ruang isolasi.
Anton dilaporkan ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB di ruang isolasi lapas. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil visum dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Editor: Andrian