INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Festival Rakyat Nusantara (FRN) 2026 akan digelar di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya pada 9-20 Juli 2026. Selain menampilkan hiburan rakyat, kegiatan ini juga akan diisi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026, pertunjukan seni budaya, bazar Usah Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga penampilan musisi lokal.
Untuk mematangkan pelaksanaannya, Kodam XXII/Tambun Bungai menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi di Makodam XXII/TB, Sabtu, 4 Juli 2026.
Kapendam Kodam XXII/TB, Letkol Inf Dodo Sahata mengatakan, rapat tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar karena melibatkan banyak pihak.
“Festival Rakyat Nusantara 2026 merupakan kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, diperlukan koordinasi yang baik agar setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Dodo.
Ia menjelaskan, festival akan diawali dengan pembukaan pada 9 Juli yang menampilkan seni budaya Kalimantan Tengah (Kalteng). Selanjutnya, masyarakat dapat menikmati berbagai hiburan setiap hari hingga penutupan pada 20 Juli 2026.
Selain menjadi ajang hiburan, FRN 2026 juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Panitia menyiapkan sekitar 30 tenda bazar yang akan diisi pelaku usaha UMKM.
Sementara itu, Pabandya Komsos Kodam XXII/TB, Heru W. mengatakan, publikasi menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat mengetahui seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
“Publikasi yang masif melalui berbagai media diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memberikan informasi yang utuh mengenai pelaksanaan Festival Rakyat Nusantara 2026. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Selama 12 hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan, mulai dari nobar Piala Dunia 2026, hiburan rakyat, bazar komunitas, kuis berhadiah, hingga penampilan grup musik lokal.
Panitia berharap festival ini menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di Kalteng.
Editor: Andrian