INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Program pembangunan kampung nelayan di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berlanjut. Saat ini, tujuh kabupaten pesisir telah mengusulkan pembangunan kampung nelayan di wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng, Sri Widanarni, mengatakan seluruh daerah pesisir sudah mengajukan usulan.
“Tujuh kabupaten pesisir semuanya mengusulkan. Tahun ini masih disurvei oleh KKP untuk menentukan kelayakannya,” ujarnya, saat ditemui di Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng, beberapa waktu lalu.
Sri menyebutkan Wilayah yang mengusulkan antara lain Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Sukamara, Pulang Pisau, Kapuas, dan Katingan. Tidak semua usulan langsung disetujui karena harus melalui proses verifikasi.
“KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) akan turun langsung ke lapangan. Mereka yang menentukan apakah lokasi itu layak atau tidak untuk dibangun,” jelasnya.
Ia menyebutkan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. “Minimal 80 persen masyarakatnya nelayan, kemudian lokasinya memang strategis untuk kegiatan nelayan, dan lahannya juga harus mudah dibangun,” katanya.
Selain itu, lokasi harus benar-benar berada di kawasan pesisir yang mendukung aktivitas perikanan. “Jadi bukan sembarang kampung, memang harus kampung nelayan,” tegasnya.
Sri menambahkan, jumlah kampung nelayan yang akan dibangun belum bisa dipastikan. “Berapa yang dibangun, kita belum tahu. Semua tergantung hasil survei dari KKP,” tandasnya.
Ia berharap semakin banyak wilayah yang lolos verifikasi agar manfaat program bisa dirasakan luas oleh masyarakat pesisir.
Editor: Andrian