INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran menggelar pertemuan strategis bersama para rektor dan pimpinan perguruan tinggi se-Kota Palangka Raya, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah. Kegiatan yang berlangsung di Istana Isen Mulang ini dihadiri 12 pimpinan perguruan tinggi ternama, antara lain UPR, UMPR, IAIN, UNKRIP, dan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui program unggulan sekolah gratis dan kuliah gratis. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya, terutama bagi anak-anak dari wilayah pedalaman yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah. Kita ingin memastikan anak-anak di pelosok dapat menempuh pendidikan tanpa beban biaya. Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh pihak, terutama para rektor, untuk bersinergi mewujudkan program ini,” ujar Gubernur.
Salah satu inovasi pendukung program ini adalah Kartu Huma Betang, yang menjadi solusi terintegrasi dalam mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Gubernur menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi besar “Satu Rumah, Satu Sarjana” yang ingin diwujudkan pemerintah provinsi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menambahkan bahwa dari 32 perguruan tinggi yang bekerja sama dalam program kuliah gratis, saat ini 12 kampus hadir secara langsung dan mengajukan kuota mahasiswa.
“Kuota total sebanyak 10.000 mahasiswa menjadi bukti nyata dukungan kita agar tidak ada anak Kalteng yang tertinggal dalam pendidikan tinggi,” jelas Reza.
Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran Rp123 miliar untuk sekolah gratis dan Rp50 miliar untuk kuliah gratis melalui Biro Kesra. Dana ini diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menghasilkan tenaga pendidik muda berkualitas yang dapat membangun daerah.
Para rektor memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan menyampaikan sejumlah masukan strategis, seperti peningkatan kualitas pendidikan dasar, penguatan pendidikan vokasi terutama di bidang pertanian dan kehutanan, serta peningkatan fasilitas kampus. Mereka juga mengusulkan penyelenggaraan event internasional untuk meningkatkan daya tarik daerah, serta pembentukan Dewan Pendidikan untuk menjamin keberlanjutan program beasiswa melalui regulasi daerah.
Gubernur Agustiar menyambut baik seluruh masukan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat. “Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat soliditas kita. Saya juga sudah bersilaturahmi dengan insan pers agar kebijakan yang diambil benar-benar berakar dari kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Mengakhiri pertemuan, Gubernur mengajak seluruh bupati dan wali kota di Kalteng untuk bersatu padu mendukung program prioritas ini demi mewujudkan pendidikan yang inklusif dan peningkatan kualitas SDM secara menyeluruh.
“Kolaborasi adalah kunci utama. Dengan soliditas bersama, sekolah dan kuliah gratis bukan sekadar mimpi, melainkan realitas yang akan dinikmati seluruh masyarakat Kalteng,” tutup H. Agustiar Sabran.
Sumber: MMC Kalteng
Editor: Andrian