INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.
Hal itu disampaikan saat memimpin apel gelar pasukan dan sarana prasarana di Lapangan Barigas Polda Kalteng, Jumat, 17 Maret 2026.
Menurutnya, Kalteng termasuk daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi, apalagi diprediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering.
Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus.
“Ini jadi alarm bagi kita semua untuk lebih siap. Penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan mengutamakan pencegahan,” ujarnya.
Agustiar menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dibanding penanganan saat kebakaran sudah terjadi.
Ia juga meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapan, mulai dari personel, peralatan, hingga logistik di lapangan.
“Semua harus siap digerakkan kapan saja. Kesiapan personel, peralatan, dan logistik harus dipastikan sejak sekarang,” katanya.
Selain itu, Gubernur juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan bisa berjalan efektif.
Ia mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah praktik pembakaran lahan.
“Libatkan semua pihak, termasuk tokoh adat dan masyarakat, untuk mencegah pembakaran lahan sejak dini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menetapkan status siaga darurat karhutla di Kalteng.
“Dengan kondisi yang ada, kita tetapkan status siaga darurat karhutla agar langkah penanganan bisa lebih cepat dan terarah,” pungkasnya.
Editor: Andrian