INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pengawasan pangan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menjadi sorotan. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berupaya memperkuat koordinasi untuk menutup celah pelanggaran yang kerap merugikan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Agus Candra, mengikuti rapat koordinasi bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng yang tergabung dalam Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan. Rapat digelar secara virtual melalui Zoom, Selasa, 4 Februari 2025, dari ruang rapat Kepala Dinas.
Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Tujuannya menyatukan langkah dalam pengawasan pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan.
Agus menegaskan, pengawasan pangan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Selama ini, fokus sering tertuju pada stabilitas harga. Padahal, menurut dia, aspek keamanan dan kualitas pangan tak kalah krusial.
“Pengawasan harus terpadu dan berkelanjutan. Harga memang penting, tapi keamanan dan mutu pangan adalah jaminan langsung bagi kesehatan masyarakat,” kata Agus.
Ia mengingatkan, praktik pelanggaran masih ditemukan di lapangan. Mulai dari peredaran pangan di bawah standar, penimbunan barang, hingga manipulasi harga di pasar. Tanpa pengawasan ketat, praktik ini berpotensi mengganggu stabilitas dan kepercayaan publik.
Karena itu, Agus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Kolaborasi dengan Satgas Saber Pangan disebut menjadi kunci untuk mempercepat respons terhadap pelanggaran.
“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat. Dengan kerja bersama, pengawasan bisa lebih efektif dan cepat menindak potensi pelanggaran,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi. Pemerintah daerah diminta menyampaikan kendala pengawasan di wilayah masing-masing sekaligus menyamakan persepsi dalam penerapan regulasi.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan secara menyeluruh di Kalteng. Dimana tidak hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan pangan yang beredar aman dan layak dikonsumsi.
Editor: Andrian