website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kakak Bripda Nopandri Kenang Sosok Adik yang Gugur Saat Berantas Narkoba

Kakak Almarhum Bripda Nopandri Ramadhana, Santri Sutrisno (39) saat diwawancarai di RS Bhayangkara, Minggu, 5 Juli 2026 dini hari. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepergian Bripda Nopandri Ramadhana meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di mata orang-orang terdekatnya, anggota Satresnarkoba Polres Katingan itu dikenal sebagai sosok yang mandiri, humoris, dan bertanggung jawab, bahkan telah bercita-cita menjadi polisi sejak masih duduk di bangku SMA.

Hal itu disampaikan kakak kandung almarhum, Santri Sutrisno (39), saat mengantar jenazah Bripda Nopandri ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi, pada Minggu, 5 Juli 2026 dini hari.

Santri mengatakan, menjadi anggota Polri merupakan impian yang diperjuangkan adiknya sejak remaja. Meski diawal sempat gagal, Bripda Nopandri tidak menyerah hingga akhirnya diterima menjadi anggota Polri pada 2022.

“Memang dari SMA sudah bercita-cita jadi polisi. Dia dua kali ikut tes, akhirnya lulus pada tahun 2022,” ujarnya.

Pasang Iklan

Menurut sang kakak, almarhum merupakan pribadi yang mudah bergaul dan selalu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik sebagai anggota Polri maupun sebagai anak di keluarga.

“Kalau adik orangnya mandiri, humoris juga, dan bertanggung jawab dengan semua tugasnya, layaknya seorang laki-laki,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum berangkat menjalankan operasi di wilayah hulu Katingan, Bripda Nopandri sempat menghubungi kedua orang tuanya seperti yang biasa ia lakukan setiap kali mendapat tugas.

“Dia ada mengabari bapak. Ibu juga pasti dikabari. Dia bilang ada tugas ke hulu (lokasi kejadian). Kami mengira itu tugas biasa, tidak menyangka akan terjadi musibah seperti ini. Memang setiap bekerja dia selalu mengabari,” tuturnya.

Santri juga mengaku keluarga sempat terpukul saat mengetahui adiknya dinyatakan hilang usai operasi penggerebekan bandar narkoba. Namun setelah hampir tiga hari pencarian, keluarga akhirnya mendapat kepastian ketika Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Meski masih diselimuti duka, ia mengaku bersyukur karena jenazah sang adik akhirnya berhasil ditemukan.

Pasang Iklan

“Saya bersyukur atas bantuan doa dan dukungan dari semuanya. Akhirnya adik saya bisa ditemukan. Saya mengucapkan terima kasih,” ucapnya.

Santri juga menceritakan bahwa kabar duka tersebut turut memengaruhi kondisi kesehatan ayah mereka yang sebelumnya memang memiliki riwayat penyakit. Sang ayah bahkan sempat terjatuh saat hendak menuju kamar mandi hingga mengalami luka di bagian kepala.

“Memang bapak ada sakit lama. Mungkin karena syok juga. Beliau sempat linglung, jatuh, lalu kepalanya harus dijahit,” ungkapnya.

Jenazah Bripda Nopandri kemudian dibawa ke Kabupaten Katingan untuk dimakamkan pada Minggu pagi.

Pihak keluarga berharap pengorbanan almarhum menjadi penyemangat bagi aparat dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus menjadi pelajaran agar penanganan operasi berisiko tinggi terus dievaluasi.

“Saya berharap aparat bisa menangkap para pengedar narkoba supaya generasi kita tidak rusak. SOP dalam penanganan kasus seperti ini juga semoga terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!