INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menilai pengembangan perpustakaan digital di sekolah-sekolah pedesaan merupakan langkah strategis untuk mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan desa.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci agar siswa di daerah terpencil dapat mengakses sumber pengetahuan yang selama ini sulit dijangkau.
“Meski jauh dari pusat kota, anak-anak di desa bisa mengakses pengetahuan luas melalui perpustakaan digital,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Junaidi menjelaskan, sistem literasi berbasis digital tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga membuat proses belajar lebih efisien dan hemat biaya. Cukup dengan perangkat sederhana, siswa bisa membaca ribuan buku tanpa bergantung pada koleksi fisik sekolah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan infrastruktur, terutama jaringan internet yang stabil di pedesaan. Tanpa itu, digitalisasi literasi hanya akan menjadi wacana.
DPRD Kalteng, kata Junaidi, berkomitmen mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran khusus bagi penguatan fasilitas literasi digital di wilayah perdesaan.
“Jika inisiatif ini terealisasi dengan baik, kualitas pendidikan di desa akan meningkat dan kesenjangan dengan perkotaan bisa semakin menyempit,” tutup politisi Partai Demokrat tersebut.
Editor: Andrian