INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyambut kedatangan Delegasi Parlemen Inggris dalam acara jamuan makan malam dan ramah tamah di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dengan tamu internasional yang sedang melakukan kunjungan ke daerah itu.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta perwakilan lembaga yang terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara Kalteng dengan pihak internasional.
Menurutnya, hubungan yang baik melalui silaturahmi dapat melahirkan berbagai peluang kolaborasi untuk menghadapi tantangan global.
“Saya yakin melalui silaturahmi seperti ini akan lahir peluang kerja sama dan solusi bersama, termasuk dalam menghadapi tantangan global seperti pelestarian lingkungan dan perubahan iklim,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa Kalteng memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan karena wilayah tersebut merupakan bagian dari paru-paru dunia.
Ia menilai pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam. “Kalimantan Tengah berada di garis depan dalam upaya pelestarian lingkungan. Pembangunan dan pelestarian alam harus berjalan beriringan,” katanya.
Gubernur juga menyinggung kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Inggris pada Januari 2026 yang bertujuan memperkuat hubungan dan kerja sama strategis antara kedua negara.
Menurutnya, pertemuan dengan delegasi parlemen Inggris di Palangka Raya ini menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan antara Indonesia dan Inggris.
Pada kesempatan itu, Agustiar juga mengapresiasi berbagai bentuk kemitraan yang telah terjalin selama ini, termasuk kerja sama dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) yang aktif dalam kegiatan konservasi orangutan di Kalteng.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan dengan mitra internasional.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah serta membuka peluang kerja sama di berbagai sektor pembangunan berkelanjutan.
Ketua Delegasi Parlemen Inggris Barry Strachan Gardiner dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kalteng.
Ia juga menilai berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama mitra seperti Yayasan BOS dalam menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati patut mendapat perhatian.
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan bersama Yayasan BOS dalam menjaga hutan di Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Gardiner juga sempat menyampaikan ungkapan lokal Kalteng, “mamangun mahaga lewu”, yang berarti membangun dan menjaga tanah kelahiran sebagai tanggung jawab bersama.
Delegasi Parlemen Inggris diketahui telah berada di Kalteng sejak 28 Maret 2026 atas undangan Yayasan BOS.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng, termasuk Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder, serta Ketua Yayasan BOS Jamartin Sihite.
Editor: Andrian