INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Setelah menunggu lebih dari sepekan, hasil autopsi siswi SMA berprestasi di Kabupaten Seruyan berinisial EA yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri dirumahnya, Sabtu 9 Agustus 2025 lalu, telah terungkap. Hasil autopsi menunjukan penyebab kematian EA murni karena bunuh diri.
Keluarnya hasil autopsi ini mengakhiri spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait penyebab kematian EA yang dikenal sebagai siswi kelas 2 SMA dan aktif sebagai anggota paskibraka.
Kasat Reskrim Polres Seruyan, AKP Rahmad Tuah mengungkapkan bahwa hasil autopsi tersebut telah keluar pada Rabu, 27 Agustus 2025 lalu. Proses penyelidikan yang intensif telah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kematian korban, mulai dari meminta keterangan saksi-saksi sampai melakukan autopsi.
“Proses penyelidikan sudah semaksimal mungkin kami laksanakan, dengan hasil murni gantung diri,” kata Rahmad, Sabtu 30 Agustus 2025.
Ia menambahkan bahwa hasil autopsi tidak dapat dipublikasikan secara rinci ke publik karena prosedur dan etika yang berlaku.
Meski hasil autopsi telah keluar, Rahmad menegaskan jika kasus tersebut masih tetap berproses. Pihaknya terus berupaya melakukan penyelidikan terkait penyebab korban yang dikenal sebagai sosok yang ceria, nekat mengakhiri hidupnya sendiri.
“Masih berproses. Penyelidikan masih tetap kami lakukan lantaran penyebab korban bunuh diri masih belum diketahui,” jawabnya.
Rahmad mengatakan jika pihak keluarga masih belum mengetahui hasil dari autopsi jenazah EA.
“Nanti nunggu gelar perkara dulu baru akan kami sampaikan. Sampai sekarang pihak keluarga masih belum mengetahui hasil autopsi,” ungkapnya.
Diketahui, EA dikenal sebagai sosok yang ceria, berprestasi di sekolah, dan memiliki banyak teman. Kematiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam.
Penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian mencakup pemeriksaan lokasi kejadian, pengumpulan bukti, serta wawancara dengan beberapa saksi, termasuk anggota keluarga.
Semua petunjuk yang ditemukan di lapangan mengarah pada kesimpulan yang sama dengan hasil autopsi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban masih belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka tampaknya masih dalam kondisi berduka dan memilih untuk tidak memberikan pernyataan kepada media.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja. Diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan.
Penulis: Oktavianto
Editor: Andrian