INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mendorong peningkatan keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah. Menurut dia, partisipasi perempuan menjadi salah satu unsur penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Faridawaty mengatakan perempuan di Kalimantan Tengah memiliki potensi yang besar untuk mengambil peran di berbagai sektor. Peran tersebut tidak hanya berada di lingkungan keluarga, tetapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, hingga politik.
“Perempuan memiliki kapasitas, kemampuan, dan semangat yang tidak kalah dengan laki-laki. Karena itu, mereka harus memperoleh ruang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Faridawaty, Minggu (26/7/2026).
Ia menilai pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila hanya bertumpu pada satu kelompok masyarakat. Keterlibatan perempuan, kata dia, diperlukan agar proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan memiliki perspektif yang lebih beragam.
Menurut Faridawaty, pengalaman perempuan dalam berbagai persoalan sosial dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan. Perspektif tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Partisipasi perempuan akan memperkaya perspektif dalam setiap proses pembangunan sehingga kebijakan yang dihasilkan menjadi lebih inklusif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Ia mengatakan ruang partisipasi perempuan perlu dibuka secara luas, baik melalui dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga politik. Kesempatan yang setara dinilai dapat mendorong semakin banyak perempuan berkontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Faridawaty juga menilai peningkatan jumlah perempuan yang aktif dalam berbagai sektor dapat memperkaya gagasan dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Pengalaman dan sudut pandang yang beragam menjadi modal untuk mencari solusi atas tantangan yang dihadapi daerah.
“Perempuan memiliki pengalaman, kepedulian, serta sudut pandang yang dapat melahirkan berbagai gagasan kreatif. Karena itu, lingkungan yang mendukung perempuan untuk berkembang dan berkarya perlu terus diperkuat,” tuturnya.
Di sektor ekonomi, misalnya, perempuan memiliki peran yang cukup besar dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah. Penguatan kapasitas serta akses terhadap pelatihan dan pasar dinilai dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Pada bidang pendidikan dan kesehatan, keterlibatan perempuan juga dianggap penting karena kedua sektor tersebut berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perempuan dapat berkontribusi melalui profesi, organisasi, maupun berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Faridawaty mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi agar perempuan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Pendidikan, pelatihan, serta pengembangan keterampilan perlu terus didorong sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.
Ia mengajak perempuan di Kalimantan Tengah untuk tidak membatasi diri dalam mengambil peran di ruang publik. Menurutnya, kemampuan dan dedikasi yang dimiliki perempuan dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan di berbagai bidang.
“Perempuan jangan pernah merasa bahwa perannya terbatas. Dengan kemampuan, dedikasi, dan kepedulian yang dimiliki, perempuan mampu menjadi penggerak perubahan di berbagai bidang,” ujarnya.
Faridawaty berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan setara bagi perempuan. Menurut dia, semakin luas ruang partisipasi yang tersedia, semakin besar pula peluang perempuan berkontribusi dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, inklusif, dan berdaya saing.
Editor : Maulana Kawit