INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Kepala Bidang Kelembagaan, Perkembangan Desa, dan Pelayanan Sosial Dasar, Akhmad Suwandi, mewakili Kepala Dinas PMD menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting se-Kalteng Tahun 2025 yang digelar di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (14/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Suwandi menegaskan bahwa Dinas PMD akan aktif berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan peran desa dalam upaya pencegahan stunting.
“Kami dari Dinas PMD berkomitmen penuh untuk mendukung program percepatan penurunan stunting. Langkah kami meliputi koordinasi intensif dalam pemetaan, perencanaan, penganggaran, serta penyusunan rencana kerja yang melibatkan desa sebagai ujung tombak pelaksanaan program,” jelas Suwandi.
Sebagai dinas yang membina kelembagaan dan perkembangan desa, PMD Kalteng menilai pentingnya peran desa dalam menggerakkan program kesehatan dan sosial, khususnya yang menyasar penurunan stunting melalui pendekatan yang tepat dan menyeluruh.
“Kami akan mendorong agar desa-desa dapat berperan aktif, dengan dukungan anggaran dan sumber daya yang memadai, agar target penurunan angka stunting sebesar 20,6 persen di tahun 2025 dapat tercapai,” tambahnya.
Rakor ini sendiri dipimpin oleh Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, yang menekankan pentingnya sinergi program antar sektor demi hasil yang maksimal dalam penanganan stunting.
Dengan keterlibatan aktif Dinas PMD dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan langkah-langkah konvergensi program di tingkat desa dapat mempercepat penurunan angka stunting secara signifikan di Kalimantan Tengah.
Sumber: MMC Kalteng
Editor: Andrian