INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong setiap satuan pendidikan membentuk Research Club sebagai wadah pengembangan riset dan inovasi peserta didik.
Dorongan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam rapat koordinasi daring bersama pengawas dan kepala SMA, SMK, serta Sekolah Khusus (SKH) se-Kalteng, beberapa waktu lalu.
Melalui Research Club, setiap sekolah ditargetkan mampu menghasilkan minimal satu riset atau inovasi setiap tahun yang dilakukan langsung oleh peserta didik. Reza menegaskan, peran utama dalam kegiatan riset harus berada di tangan siswa, sementara guru bertugas sebagai pembimbing.
“Yang melakukan riset adalah anak-anak, bukan guru. Guru tugasnya membimbing dan mengarahkan sesuai dengan karakter dan potensi sekolah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, riset di sekolah tidak harus rumit atau menggunakan peralatan canggih. Menurutnya, potensi lokal dan lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inovasi yang bernilai.
Reza mencontohkan pengembangan produk berbasis komoditas daerah, seperti nanas di wilayah Basarang, yang dapat dijadikan bahan kajian oleh siswa.
“Dulu gula dari tebu, sekarang dari jagung atau stevia, tidak menutup kemungkinan nanti dari nanas. Jangan pernah ragu untuk berinovasi,” katanya.
Selain riset berbasis potensi lokal, Reza juga menekankan pentingnya riset yang berangkat dari persoalan lingkungan. Ia menyinggung contoh penelitian siswa yang memanfaatkan air gambut dengan sistem katoda dan anoda hingga mampu menyalakan lampu.
Untuk jenjang SMK, riset dan inovasi diarahkan sesuai kompetensi keahlian masing-masing, seperti teknologi jaringan, rekayasa, dan bidang vokasi lainnya. Reza bahkan menargetkan konsep one school one product sebagai standar minimal inovasi di setiap sekolah.
“Bayangkan kalau dari lebih 400 sekolah, masing-masing menghasilkan satu produk inovasi setiap tahun. Ini potensi luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga mendorong sekolah mempublikasikan hasil inovasi melalui media digital dan media sosial agar karya peserta didik dikenal lebih luas. Ke depan, Disdik Kalteng berencana menggelar ajang inovasi secara berkala dan membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR.
“CSR yang disalurkan harus berdampak dan bermanfaat. Tidak menutup kemungkinan dari sini lahir inovasi yang bisa menembus tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Editor: Andrian