INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop-UKM) Kabupaten Barito Utara kembali menggelar Pelatihan Digitalisasi Koperasi bagi pengurus, pengawas, serta pengelola koperasi desa dan kelurahan. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 28–30 Oktober 2025, di Aula Wisma Barakatti Tepian Kolam Muara Teweh, dengan diikuti 20 peserta dari Kopdes dan Kopkel Merah Putih.
Kegiatan ini menjadi langkah penting pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas SDM koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Peserta terdiri dari pengurus serta pengelola koperasi yang selama ini mengelola kegiatan administrasi, pelayanan, hingga unit usaha koperasi di lingkungan desa dan kelurahan.
Kepala Bidang Koperasi, Hj Sri Rahmah, mewakili Kepala Disnakertranskop-UKM M Mastur, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital kini menjadi kebutuhan dasar dalam tata kelola koperasi. Transformasi digital, ujarnya, bukan sekadar tren, tetapi sudah menjadi tuntutan untuk meningkatkan efektivitas administrasi, transparansi keuangan, dan mutu layanan kepada anggota.
Sri Rahmah kemudian membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas M Mastur yang menyatakan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan. Peningkatan kualitas SDM di sektor ekonomi kerakyatan, menurut Mastur, merupakan fondasi penting untuk memperkuat daya saing koperasi di era digital.
Dalam arahannya, Mastur juga menyoroti dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional Kopdes/Kopkel Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subiyanto. Program ini dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan koperasi yang lebih profesional dan berbasis teknologi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan Kopdes dan Kopkel Merah Putih sangat bergantung pada kemampuan pengelola koperasi dalam memanfaatkan sistem digital secara efektif, baik untuk pencatatan, transaksi, maupun pengembangan usaha.
Pelatihan selama tiga hari ini menghadirkan narasumber dari Disnakertranskop-UKM Barito Utara serta praktisi digitalisasi koperasi. Materi yang diberikan meliputi penggunaan aplikasi digital koperasi, manajemen keuangan berbasis teknologi, hingga strategi pemasaran online untuk memperluas jaringan pemasaran produk koperasi.
Peserta juga mengikuti sesi praktek langsung untuk memahami penerapan sistem digital dalam operasional koperasi. Digitalisasi dinilai mampu meminimalkan kesalahan pencatatan, mempercepat proses pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan anggota terhadap kinerja koperasi.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka menilai pelatihan digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak, mengingat koperasi kini dituntut tampil lebih modern dan adaptif agar mampu bersaing dalam ekosistem ekonomi berbasis teknologi.
Pada penutupan kegiatan, Hj Sri Rahmah menyampaikan rasa terima kasih kepada para narasumber dan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dengan antusias. Ia berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat langsung diterapkan di koperasi masing-masing.
Menurutnya, koperasi yang modern dan profesional tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan.
Disnakertranskop-UKM Barito Utara memastikan komitmennya untuk terus mendorong penguatan kapasitas koperasi melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. Digitalisasi, tegasnya, bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan utama untuk menghadapi perubahan zaman.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Kopdes dan Kopkel Merah Putih diharapkan dapat menjadi model koperasi modern yang mengedepankan transparansi, inovasi, dan pelayanan berkualitas bagi anggotanya.
(SHP/Maulana Kawit)