website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Diduga Akibat Depresi, Warga Katingan Nekat Gantung Diri

ilustrasi

INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Anwar Annas aliaass Aan (35) ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya, Sabtu (5/11). Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Katingan Hilir AKP Eko Priono, Senin 6

Menurut Eko, korban pertama kali ditemukan ibunya, Niwae (52) sekira pukul 18.00 WiB. Saat itu sang ibu berniat memanggil anaknya makan. Merasa rumah korban sepi, Niwae kemudian bergegas masuk ke dalam.

“Kebetulan rumah ibu dan korban berada bersebalahan. Saat masuk ke rumah, sang ibu kaget melihat anaknya sudah tergantung dengan tali nilon,” jelas Eko.

Melihat anaknya sudah tergantung tak bernyawa, kata Eko, Niwae kemudian memanggil suaminnya Icang Ismmanto (48). Mereka berdua lantas meminta bantuan warga untuk menurunkan korban.

Pasang Iklan

“Menurut keterangan dari ibunya, korban pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa karena depresi. Setelah 40 hari korban dinyatakan sembuh dan bisa pulang,” sebut Eko.

Eko menambahkan, korban sudah lama bercerai dengan isterinya. Beberapa hari yang lalu jelas Eko, korban mengetahui kalau isterinya telah menikah kembali melalui media sosial.

“Korban sempat bercerita ke orang tuanya kalau mantan isterinya menikah lagi. Itulah mungkin yang membuatnya semakin depresi,” ungkapnya.

Eko menambahkan, pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dengan kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka.

“Pihak keluarga sudah iklas dan telah menandatangani surat pernyataan tertulis bermaterai, penolakan Visum Et Revertum dan Otopsi,” pungkasnya.

Kasus ini kembali menambah catatan daftar orang bunuh diri. Tercatat tujuh kasus terjadi selama periode Maret-April 2022. Enam kasus terjadi dengan cara gantung diri dan satu kasus dengan meminum racun, dan kasus bunuh diri hari ini.

Pasang Iklan

Sebelumnya pemerintah daerah Kabupaten Katingan telah mengambil langkah cepat menyikapi kasus tersebut dengan membentuk tim khusus untuk melayani konsultasi masyarakat yang mempunyai permasalahan berat.

Pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat berharap dengan adanya tim itu, diharapkan kejadian bunuh diri tidak lagi terulang. Masyarakat diminta tak mengakhiri hidupnya sendiri jika ada masalah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Katingan Elmon Sianturi ditemui beberapa bulan lalu mengaku, pihaknya telah melakukan riset terkait tingginya angka bunuh diri. Hasilnya, bukan hanya persoalan ekonomi yang menjadi penyebabnya, namun juga persoalan rumah tangga.

Dari berbagai pendapat para ahli banyak faktor yang bisa memengaruhi seseorang nekat mengakhiri hidupnya. Di antaranya, bawaan, lingkungan, pola asuh, dan tekanan. Mental psikologis seseorang bisa tertekan hingga mengalami gangguan kejiwaan berupa depresi.

Sehingga diperlukan lingkaran terdekat seseorang, terutama keluarga, bisa menjadi benteng pertama mengidentifikasi munculnya niat bunuh diri. (**)

Editor: Irga Fachreza

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran