website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Cuaca Tak Bersahabat, Petani Merugi Saat Panen Padi di Lumbung Pangan Kobar

Petani padi di Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Harapan petani untuk menikmati hasil panen yang melimpah pada musim tanam tahun ini harus pupus. Cuaca ekstrem yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir membuat produksi padi di Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, mengalami penurunan cukup signifikan.

Desa yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Kotawaringin Barat itu terdampak curah hujan tinggi yang terjadi sejak masa pertumbuhan tanaman. Akibatnya, banyak tanaman padi tidak berkembang optimal hingga memasuki masa panen pada Mei-Juni 2026.

Salah seorang petani, Yatno, mengungkapkan hasil panen tahun ini turun sekitar 15 hingga 20 persen dibanding musim sebelumnya. “Selain jumlah produksi berkurang, kualitas gabah yang dihasilkan juga mengalami penurunan sehingga memengaruhi nilai jual di pasaran,” keluhnya.

Menurutnya, hujan yang hampir terus-menerus turun menyebabkan tanaman padi mudah rebah dan rentan terserang penyakit jamur. Kondisi tersebut membuat banyak bulir padi tidak terisi sempurna, bahkan sebagian mengalami perubahan warna sehingga kualitasnya menurun.

Pasang Iklan

Berbagai langkah sebenarnya telah dilakukan petani untuk menyelamatkan tanaman, mulai dari penyemprotan fungisida hingga perawatan rutin di lahan persawahan. “Namun tingginya intensitas hujan membuat upaya tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal,” ungkap Yatno.

Dampak yang dirasakan petani tidak hanya pada berkurangnya hasil panen, tetapi juga harga gabah yang cenderung lebih rendah karena mutu hasil panen tidak sebaik musim sebelumnya. Situasi ini membuat keuntungan yang diperoleh petani ikut menyusut.

Para petani berharap adanya perhatian lebih terhadap sektor pertanian, terutama melalui program asuransi pertanian dan stabilitas harga gabah. Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan tetap mampu bertahan menghadapi risiko cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!